200 Ribu Jiwa Terjebak di Konflik Marawi

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik bersenjata dan krisis kemanusiaan sudah lebih dari sepekan menyeruak di Kota Marawi, Filipina Selatan. Ketenangan menjalankan ibadah Ramadan bagi muslim di Marawi harus terkoyak dengan rentetan tembakan dan dentuman bom.

Informasi dari relawan dan dai ambassador Cordofa, kontak senjata masih berlangsung. Lebih dari 100 ribu jiwa mengungsi di 38 titik di Illigan, 66 jiwa dinyatakan hilang dan masih ada sekitar 200 ribu jiwa terjebak dalam konflik.

“Dompet Dhuafa menyatakan keprihatinan atas meledaknya konflik bersenjata di Mindanao, Filipina. Konflik ini dalam info yang kami terima telah membuat lebih dari 100 ribu jiwa mengungsi di 38 titik, dan tak kurang dari 200 ribu jiwa terperangkap di kota Marawi, kota yang menjadi episentrum konflik,” ungkap Arif R Haryono, manager social development Dompet Dhuafa, Jakarta, Jumat 2 Mei 2017.
 
Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan menyerukan kepada segenap lembaga kemanusiaan di Indonesia dan dunia untuk segera membantu pengungsi di Marawi. Menurut dia, para pengungsi hingga kini membutuhkan bantuan makanan, kesehatan, dan perlindungan di pengungsian.

“Logistik lain seperti kelambu nyamuk, alas tidur, selimut dan kebutuhan dasar anak-anak, serta lansia tentu perlu menjadi perhatian. Saat ini, Dompet Dhuafa telah membangun komunikasi dengan mitra lokal untuk mendapatkan gambaran singkat atas kebutuhan pengungsi,” jelas Arif.

Arif mengatakan, Dompet Dhuafa segera menurunkan tim kemanusiaan dalam upaya mengirimkan bantuan kemanusiaan. Bantuan yang akan diberikan antara lain, bahan makanan, bantuan kesehatan, dan kebutuhan lain.

Selain itu, tim akan membangun komunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan seperti institusi pemerintah, INGO, serta local leader di wilayah-wilayah pengungsian. Komunikasi tersebut diharapankan dapat meredam konflik.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa juga mengajak lembaga-lembaga yang ada untuk bekerja aktif menurunkan tensi konflik. Sehingga, kondisi di Marawi dapat segera pulih, dan umat muslim bisa  menjalankan Ramadan lebih khusyuk.

“Mari, di bulan penuh berkah ini, kita tak boleh terdiam akan konflik dan krisis kemanusiaan di Marawi. Karena kepedulian kita memberikan asa untuk mereka,” tutup Arif.

(AZF)

Copyright : metrotvnews.com