4 Flyover Brebes-Tegal Percepat Laju Kereta JKT-SBY

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengerjakan pembangunan 4 jalan layang atau flyover di Brebes-Tegal yang pekerjaannya dimulai pada Desember 2016.

Keempat flyover tersebut dibangun di Dermoleng yang panjangnya 650 meter, Klonengan panjangnya 1.011 meter, Kesambi panjangnya 470 meter, dan Kretek panjangnya 700 meter yang berada di Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah.

Tujuan pembangunan jalan layang itu sabagai solusi kemacetan yang terjadi pada saat musim Lebaran, salah satunya di pintu keluar Tol Pejagan yang mengarah ke Brebes.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pembangunan 4 flyover juga memiliki manfaat lain bukan hanya mengurangi kemacetan.

Arie menyebutkan, manfaat lain usai dibangunnya 4 flyover ini juga akan mempercepat laju kereta api Jakarta-Surabaya.

“Manfaat selain mengurai macet, kenapa kereta Jakarta-Surabaya tidak cepat, karena banyak pelintasan sebidang, itu nantinya dalam program keseluruhan supaya kereta Jakarta-Surabaya lari di atas 150 km per jam, caranya jalur kereta api bagus dan tidak ada ada perlintasan sebidang,” kata Arie saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

Empat jalan layang ini akan mulai fungsional pada H-10 Hari Raya Lebaran 2017 alias sudah bisa digunakan sebagai jalur mudik Lebaran tahun ini.

Hingga Mei 2017, untuk pembangunan flyover Dermoleng tercatat progres pengerjaannya mencapai 84,96%. Untuk flyover Klonengan progresnya telah mencapai 94,23%.

Sedangkan pada pembangunan flyover Kesambi progres pengerjaannya telah mencapai 78,68%. Untuk pembangunan flyover Kretek progresnya mencapai 76,84%.

Mengenai kontraktornya, 4 jalan layang yang berada di Brebes-Tegal ini dikerjakan oleh 3 perusahaan BUMN Karya, yakni Adhi Karya yang mengerjakan flyover Dermoleng dengan nilai kontrak Rp 64 miliar dan untuk flyover Kretek nilai kontraknya Rp 82 miliar.

Lalu, Brantas Abipraya menggarap flyover Kesambi dengan nilai kontrak Rp 58 miliar, dan Hutama Karya membangun flyover Klonengan dengan nilai kontrak Rp 112 miliar. (ang/ang)

Copyright : detik.com