4 Negara Arab Hentikan Hubungan Diplomatik Dengan Qatar

Empat negara Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar Senin pagi (5/6), memicu ketegangan diplomatik baru di Timur Tengah. Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir menyatakan Qatar mendukung gerakan terorisme bersama-sama dengan Iran.

Negara-negara tersebut mengusir diplomat Qatar dari wilayah mereka dan menyatakan akan menghentikan hubungan darat, laut dan udara dengan Qatar. Pemerintah Qatar di bawah pimpinan Sheik Tamim bin Hamad Al-Thani (foto artikel) sejauh ini belum menanggapi terputusnya hubungan diplomatik, meski sebelumnya membantah telah mendanai kelompok-kelompok ekstremis.

Arab Saudi mengatakan pihaknya juga akan menutup perbatasan daratnya dengan Qatar, yang berarti Qatar secara efektif akan terpotong dari wilayah Semenanjung Arab.

Arab Saudi, Bahrain dan Abu Dhabi juga melarang warganya berkunjung ke Qatar sekaligus meminta warganya yang berada di Qatar meninggalkan negara itu. Maskapai penerbangan Etihad Airways dari Abu Dhabi, menyatakan akan menunda semua penerbangan ke Qatar “sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.”

Tidak jelas bagaimana pemutusan hubungan diplomatik itu akan mempengaruhi penerbangan Qatar Airways, yang secara rutin terbang melalui wilayah udara Saudi. Maskapai ini hingga kini belum menanggapi kebijakan baru itu.

Qatar adalah salah satu lokasi Komando Pusat militer Amerika Serikat dengan sekitar 10.000 tentara di Pangkalan Udara al-Udeid. Belum jelas apakah keputusan ke-empat negara Arab itu akan mempengaruhi operasi militer Amerika Serikat.

Arab Saudi mengatakan keputusan drastis untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar diambil karena “dukungan terhadap berbagai kelompok teroris dan sektarian yang bertujuan untuk mengacaukan wilayah” termasuk Ikhwanul Muslimin, al-Qaida, dan kelompok-kelompok militan Islam yang didukung oleh Iran. Sementara Kementerian Luar Negeri Mesir menuduh Qatar terus mendukung kelompok teroris dan”semua upaya untuk menghentikannya mendukung kelompok teroris telah gagal.”

Symbolbild Fußball WM 2022 in Katar (picture-alliance/augenklick/firo Sportphoto)

Qatar tahun 2022 akan melangsungkan Piala Dunia FIFA

Bahrain menuduh Qatar melakukan “hasutan lewat media serta mendukung kegiatan dan pendanaan teroris bersenjata yang terkait dengan kelompok-kelompok Iran untuk melakukan sabotase dan menyebarkan kekacauan di Bahrain”.

Di Sydney, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan dia tidak percaya bahwa krisis diplomatik akan mempengaruhi perang melawan ISIS di Irak dan Suriah.

“Saya pikir, yang kita saksikan saat ini adalah daftar ketidakpercayaan yang terus berlanjut di negara-negara itu untuk beberapa waktu, dan mereka geram untuk mengambil tindakan agar hal itu segera ditangani,” kata Tillerson. “Kami tentu akan mendorong para pihak untuk duduk bersama dan mengatasi perbedaan ini,” tandasnya.

Ketegangan diplomatik baru di Timur Tengah ini memicu naiknya minyak global sebanyak 1,24 persen menjadi $ 50,57 per barel pada awal perdagangan di bursa-bursa Asia.

hp/vlz (ap, rtr,afp)

Copyright : dw.com