60% Gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru untuk Kebutuhan Domestik

Lapangan gas jembatan tiung biru. ANT/Aguk Sudarmojo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan sebagian besar dari gas yang dihasilkan oleh lapangan gas Jambaran Tiung Biru akan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyebutkan, sebesar 100 MMSCFD diperuntukkan kepada PT Pertamina (Persero), yang kemudian dialirkan kepada PT PLN (Persero) untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah dan 72 MMSCFD akan memasok kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.


“Hampir 60 persen produksi gas bumi digunakan oleh domestik,” kata Amien dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 25 September 2017.

Menurutnya, ini bentuk komitmen industri hulu migas di Indonesia dalam mengutamakan kebutuhan gas dalam negeri. “Ini komitmen industri hulu migas memprioritaskan konsumen dalam negeri,” ucap dia.

Sebagai informasi, pemakai gas pipa domestik terbesar adalah untuk konsumen industri, yang kemudian diikuti oleh kelistrikan. Sejak 2013, alokasi domestik sudah lebih besar dari ekspor. Pada 2017, kontrak gas domestik mencapai 3.855 MMSCFD, sedangkan ekspor sebesar 2.618 MMSCFD.

Produksi gas yang dihasilkan di Lapangan Jambaran Tiung Biru diperoleh melalui enam sumur yang kemudian akan diolah melalui GPF.  Dari rata-rata produksi sebesar 330 MMSCFD, GPF memisahkan kandungan CO2 dan H2S, sehingga menghasilkan gas yang dapat dijual sebesar 172 MMSCFD. 

Untuk menyalurkan gas dari Lapangan JTB, pipa transmisi Gresik-Semarang akan dibangun oleh Pertamina Gas. “Diharapkan industri berbasis gas dapat tumbuh di sepanjang pipa transmisi yang melintasi tujuh kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut,” pungkas dia.

(SAW)

Sumber RSS / Copyright : metrotvnews.com