72 Tahun Kemerdekaan, BEI Terus Berbenah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi pasar modal Indonesia kian berkembang. Tuntutan ini harus diantisipasi oleh pemegang otoritas di tengah perayaan 72 tahun hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia. Tugas ini dimaknai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio sebagai tugas yang tak pernah berhenti atau never ending story.

Tito mengatakan, tugas bursa memastikan adanya tambahan emiten, terutama yang berkualitas. Tugas lainnya adalah menjadi lebih transparan, terbuka serta independen kepada investor.

“Oke, itu tugas bursa, kepada investor bagaimana informasi emiten bisa diterima investor, kepada para broker bagaimana kita menyediakan infrastruktur sehingga transaksi bisa berjalan bisa efisien, dan dalam satu pertahanan pasar modal yang kuat,” kata dia dalam wawancara khusus dengan Metrotvnews.com, Rabu 16 Agustus 2017.

Dia menambahkan bahwa kemajuan teknologi juga menjadi tugas pelaku jasa keuangan. Dia menyebutnya sebagai proses yang tak pernah berhenti. Kemajuan teknologi memungkinkan munculnya era pelaku keuangan melalui teknologi atau fintech yang memperbanyak produk jasa keuangan kepada investor. 

“Sebagai contoh infrastruktur itu ‎empat tahun sekali saja mesti investasi sekitar USD20 juta, itu otomatis kita lakukan, peraturan kita terus melihat perkembangan produk-produk yang baru ada di pasar,” tegas dia.

Dia menambahkan, dengan melihat perkembangan saat ini, bursa akan mulai memfasilitasi Usaha Kecil Mikro (UKM) untuk melantai di bursa, membuat peraturan bagi start-up company serta memfasilitasi perusahaan asing untuk listed (melantai) di Indonesia. Persoalan ini belum terwujud sampai sekarang karena banyaknya tahapan dan pengkajian regulasi yang dilakukan pihak bursa. 

“Nah ini terus jalan, dan ini never ending story, jalan terus,” kata dia. 

Ketika merayakan hari kemerdekaan, dia pun mengingat sosok buku para founding father bangsa ini. Dia lalu menyebut beberapa nama seperti Bung Karno dan Bung Hatta yang telah menginspirasinya. Kedua tokoh ini selalu berbicara mengenai usaha bangsa ini dalam menggapai kejayaan pada setiap perayaan kemerdekaan.

“Tapi saya tetap terpengaruh dengan salah satu bukunya Bung Karno di 1962, waktu dia bicara A Year of Triumph. Nah itu saya ingin sekali suatu saat seorang presiden kita berpidato di kemerdekaan mengulang pidato itu menyatakan, next year is the year of the triumph. Itu yang membuat saya teringat,” pungkas dia. 

(SAW)

Copyright : metrotvnews.com