Ada-ada Aja, Sampah Dimasukan ke Kresek dan Dilempar Ketengah Kali

Sebuah papan Himbauan di Kali Poncol, Sagara Makmur, Taruna Jaya Kabupaten Bekasi. Rabu 24/5/2017. (foto/Zaki-PJ)

Lihat Juga:

BEKASI, PJ – Entah apa maksud dari tulisan disebuah papan triplek berukuran kecil dan ditulis dengan cat putih, tepat dipinggiran Kali Poncol, Desa Sagara Makmur, Kecamatan Taruna Jaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tulisan itu berbunyi, “Tolong buang sampah dimasukin kresek dan dilempar ketengah kali”. Aneh memang jika orang tidak biasa buang sampah sembarangan, apalagi sampai dibuang ketengah kali.

Pantauan porosjakarta.com, Rabu (24/5/2017) sepanjang Kali Poncol, sampah yang dibuang warga terlihat berserakan dipinggiran kali termasuk tumbuhan Enceng Gondok juga rupanya menjadi penghias. Sementara beberapa WC darurat tampak berdiri diatas kali.

Tampak Enceng Gondok dan sampah di pinggiran Kali Poncol. (foto/Zaki-PJ)

Sebenarnya, lokasi pembuangan sampah agak jauh dari tempat tinggal warga tersebut. Tapi sebagian warga mengaku lebih baik sampah itu dibakar dari pada berserakan dan dibuang ke kali.

“Disini enggak ada tukang gerobaknya Mas. Sampahnya langsung dibakar aja, “kata salah seorang Ibu yang usianya separuh baya pada porosjakarta.com.

Lalu, bagaimana dengan sampah yang disuruh lempar ketengah kali jika sudah di isi dikantong kresek. Disepanjang kali tidak ada penampung sampah seperti modelnya di Jakarta. Bisa saja kresek menjadi solusi agar sampah bisa diambil ditengah kali oleh petugas kebersihan.

Sebagian warga tentu berharap upaya dari Pemkab Bekasi dan Dinas Kebersihan agar memperhatikan penanganan sampah. Terwujudnya kebersihan lingkungan, terutama Kali Poncol demi menghindari banjir jika air pasang disaat musim hujan.

Masih mencari pihak yang berkompeten untuk berkomentar mengenai persoalan sampah di Kali Poncol itu.

“Konfirmasi ke kantor kelurahnya saja Bang, “kata salah seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Seperti diketahui, wilayah Poncol (Kali Poncol) Sagara Makmur, posisinya masih dekat dengan Ibu Kota Jakarta tepat perbatasan Marunda kurang lebih 2 km. Lokasi ini juga terdapat empang.

Di wilayah perbatasan Marunda dan Kabupaten Bekasi, terdapat Rumah Sipitung dan Sekolah Tinggi Akademi Pelayaran (STIP) yang masih termasuk wilayah Jakarta Utara.

Jika dari Terminal Tanjung Priok menuju Poncol sekitar 13 km. Namun masuk wilayah ini harus melewati jalan sempit dan rusak yang rencananya akan dibangun pergudangan. [PJ/Zaki]

Copyright : porosjakarta.com