Ajak Tidak Terpancing Isu SARA di Jakarta, Bupati Pohuwato Buka Bersama 1.700 Warga

Bupati Syarif Mbuinga berpidato dihadapan para undangan buka puasa, Jumat (16/6/2017). (foto/Zaki-PJ)

Lihat Juga:

POHUWATO, PJ – Bupati Pohuwato, Gorontalo, Syarif Mbuinga menggelar buka puasa dengan 1700 warga yang terdiri dari kaum Dhuafa, korban banjir, sopir bentor, cleaning service, majelis taklim, simpatisan Golkar dan lain-lain.

Buka puasa yang berlangsung dikantor dinas Pariwisata Blok Plan, Jl. Moh. Thamrin, Pohuwato, Gorontalo itu diadakan setiap bulan Ramadhan. Momentum bulan puasa ini sekaligus peringatan ulang tahun Bupati Syarif Mbuinga ke 44 tepat 16 Juni 1973.

“Izinkan saya memberikan pengahargaan setulus-tulusnya yang hadir. Ini sungguh luar biasa ditengah kesibukan kita semua diberi waktu untuk bersilaturahmi, bertegur sapa. Bersilaturahmi itu nilai ibadahnya sangat besar, ” kata Bupati Syarif mengawali sambutannya dihadapan para undangan, Jumat (16/6/2017).

Ibu Bupati Jeanette Puspa Dewi Kilapong, serahkan bantuan kepada komunitas warga, ).  (foto/Zaki-PJ)

Syarif juga menyinggung tentang kerukunan antar ummat beragama di Pohuwato yang dinilai heterogen, yakni, Pohuwato terdiri dari suku budaya dan agama. Maka dari itu ada pejabat dari eselon non muslim turut berbuka puasa.

“Alhamdulillah, sampai detik ini kita bisa duduk bersama. Intinya, kita rukun dan saling harga-menghargai, ” imbuhnya.

Ia juga berpesan untuk tidak mencampuri urusan Jakarta seperti pada Pilkada DKI Jakarta belum lama ini yang identik dengan SARA. Juga tidak perlu ada penyesatan lewat medsos seperti dalil-dalil pembenaran.

Kerukunan dan kebersamaan dan harmonisasi itu sejalan dan tidak setuju ada oknum memperkeruh dan mencerai-beraikan kerukunan yang sudah terbangun di Pohuwato.

Para undangan yang ikut buka puasa dengan Bupati Syarif. ).  (foto/Zaki-PJ)

Tapi, ia meyakini, masyarakat Pohuwato tetap menjaga kebersamaan dan tidak terpancing dengan persoalan yang tejadi diluar Pohuwato.

“Tolong dijaga jangan terpancing dan jangan memperkeruh. Jangan mengementari peristiwa Jakarta karena Jakarta tidak ada hubungannya dengan Pohuwato, ” tandasnya. [PJ/Zaki]

Copyright : porosjakarta.com