Arab Saudi Menahan Perempuan Aktivis Hak Asasi

Dua perempuan berbincang usai memberikan suara di pemilu perwakilan tingkat kota di Riyadh, Arab Saudi, 12 Desember 2015. Tidak hanya sebagai pemilih, dalam pemilu ini untuk pertama kalinya perempuan Arab Saudi dapat menjadi kandidat. REUTERS/Faisal Al Nasser.

TEMPO.CO, Riyadh – Arab Saudi menahan seorang perempuan aktivis hak asasi manusia, Loujain al-Hathloul.

“Dia ditahan oleh penguasa di lapangan terbang Damman,” kata Amnesty International, Senin, 18 September 2017.

Menurut Amnesty, penahanan ini untuk kedua kalinya dilakukan oleh Kerajaan terhadap Hathloul.

 Pada 2014, dia ditahan karena menentang ketentuan Kerajaan terhadap pelarangan perempuan mengendarai mobil. Amnesty menjelaskan, Arab Saudi satu-satunya negara yang melarang perempuan membawa mobil.

“Dia menjadi target penahanan karena membela hak kaum perempuan,” kata Sama Hadid, dari Amnesty.

“Dia harus segera dibebaskan tanpa syarat,” ujarnya seraya mengatakan bahwa penahanan pada Senin kemarin sangat tidak masuk akal dan tidak dapat dibenarkan.

 Pada November 2014, Hathloul mencoba memasuki wilayah Arab Saudi dengan mengendarai mobil melalui Un Emirat Arab namun dilarang. Selanjutnya dia ditahan selama kurang lebih dua bulan.

Saat itu, para pembela Hathloul tidak menjelaskan secara detail penyebab dia ditahan. Namun dari hasil investigasi menyebutkan, penahanan dia lantaran penggunaan media sosial bukan karena mengendarai mobil.

Warga Saudi ini sangat aktif di jejaring media sosial Twitter. Di media tersebut, dia aktif menggungah tulisan dengan nama palsu.

Meskipun demikian, akun Hathloul yang memiliki 284 ribu follower ditulis dengan nama samaran.

Pada 2015, Hathloul maju dalam pemilihan pejabat publik setelah Kerajaan mengizinkan perempuan menduduki posisi di jabatan publik atau kantor. Namun pencalonannya didiskwalifikasi Kerajaan.

ARABIAN BUSINESS | CHOIRUL AMINUDDIN


Sumber RSS / Copyright : tempo.co