AS Siapkan Opsi Militer Terhadap Rezim Korea Utara

Jim Mattis, Menteri Pertahanan AS. REUTERS.

TEMPO.CO, Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis, mengisyaratkan militer negara ini telah menyiapkan opsi militer terhadap rezim Korea Utara. Opsi militer ini akan dilakukan tanpa membahayakan keselamatan warga Korea Selatan, khususnya warga Seoul.

 Namun Mattis menolak menjelaskan secara detil dan apakah militer bakal menggunakan penggunaan kekuatan mematikan.

 “Ya, ada opsi militer. Tapi saya tidak akan membahas rinciannya,” kata Matis, seperti yang dilansir New York Times pada Selasa, 19 September 2017.

 Pilihan militer tersedia untuk Presiden Donald Trump dalam menangani rezim Korea Utara. Ini berkisar dari tindakan yang tidak mematikan seperti blokade angkatan laut untuk menerapkan sanksi ekonomi, melakukan serangan cyber dan menambah sistem pertahanan AS yang baru di Korea Selatan. Saat ini ada sekitar 28,500 orang tentara AS di Korea Selatan.

Korea Selatan juga mengisyaratkan kemungkinan untuk mengembangkan kembali senjata nuklir. Sedangkan Mattis mengakui mendiskusikan opsi-opsi militer untuk menangani Korea Utara dengan koleganya dari Korea Selatan meski dia enggan menjelaskan lebih detil.

 “Kami memiliki dialog terbuka dengan sekutu kami mengenai isu apapun yang ingin mereka hadirkan,” kata Mattis.

 Presiden, Donald Trump, telah mengisyaratkan ada banyak opsi penggunaan kekuatan mematikan terhadap Korea Utara. Dia telah menyampaikan pernyataan terbuka dengan ungkapan-ungkapan seperti “api dan kemarahan” yang membangkitkan gambaran tentang perang nuklir.

 Militer Amerika mengatakan pada Senin pihaknya telah melakukan latihan pengeboman dengan Korea Selatan, menerbangkan sepasang pembom B-1B dan jet tempur F-35 di atas semenanjung Korea, dalam sebuah demonstrasi yang melawan Korea Utara.

 Namun, terlepas dari retorika dan sikap panas di Amerika Serikat dan Korea Utara, belum ada penentuan posisi aset militer AS yang dapat memicu terjadinya konflik terbuka.

 Trump telah bersumpah Korea Utara tidak akan pernah diizinkan untuk mengancam Amerika Serikat dengan mengunakan serangan rudal nuklir. Namun dia juga meminta Cina berbuat lebih banyak untuk mengendalikan tetangganya. Cina pada gilirannya lebih menyukai respons internasional terhadap masalah ini.

 Mattis mengatakan bahwa dia yakin bahwa diplomasi dan sanksi sejauh ini berhasil memberi tekanan lebih besar pada Pyongyang. Mattis juga mengatakan pihaknya tidak akan menembak jatuh rudal Korea Utara kecuali jika rudal itu mengancam langsung wilayah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

REUTERS|NEW YORK TIMES|YON DEMA


Sumber RSS / Copyright : tempo.co