ASEAN Terus Mempersiapkan Diri Hadapi Bencana

Metrotvnews.com, Malaysia: Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) terus mempersiapkan diri menghadapi bencana.

Program Certification and Standardization on Disaster Management (ASCEND), bisa menjadi panduan dalam upaya negara ASEAN menghadapi bencana. Mengingat wilayah Asia Tenggara kerap kali dihadapkan pada bencana.

Dalam Pertemuan ke-3 ASEAN-Emergency Response & Assessment Team (ERAT) Advisory Group di Putrajaya, Malaysia, Ketua Delegasi Indonesia, Sugimin Pranoto, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai lead country dalam bidang sertifikasi dan standardisasi profesional di bidang penanggulangan bencana telah merancang dan membangun program ASCEND. 

Sugimin yang adalah ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP PB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyarankan agar ASEAN-ERAT dapat mengembangkan kurikulum pelatihan mereka sesuai dengan kurikulum yang sedang disusun dalam program ASCEND.

ASEAN-ERAT itu sendiri merupakan tim ‘tulang-punggung’ dari upaya penanggulangan bencana darurat yang dilakukan oleh ASEAN dengan cara-cara yang cepat, dapat diandalkan, dan melalui tindakan secara kolektif yang dilakukan oleh negara-negara anggota ASEAN.

Delegasi Indonesia sempat turut berpartisipasi dalam latihan simulasi ASEAN-ERAT pada 29-30 April 2017. Skenario yang digunakan adalah bencana gempa bumi yang disimulasikan terjadi di negara fiktif di kawasan Asia Tenggara bernama Yanaya. 

Diskenariokan gempa tersebut berkekuatan 7,2 skala Richter pada kedalaman 10 km di area distrik Aldoria, dan mengakibatkan 70.000 korban tewas, 140.000 korban luka-luka, serta kerugian sebesar USD52 miliar.

Pada skenario latihan simulasi, Delegasi Indonesia dapat ikut melihat dan merasakan karena juga dalam beberapa kesempatan diberikan peran untuk role play dalam beberapa kesempatan. Dalam satu kesempatan, ada anggota delegasi yang berperan sebagai Kepala BNPB dan juga sebagai dokter Emergency Medical Team dari Thailand. 

“Intinya, Delegasi Indonesia dapat melihat respons dari pemerintah negara anggota ASEAN lainnya untuk membantu negara Yanaya,” ujar Sugimin, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri yang disitat dari Kemlu.go.id, Sabtu 6 Mei 2017.

Semenjak ASEAN-ERAT pertama kali turun tangan pada 2008 dalam peristiwa Badai Siklon Nargis di Myanmmar, ASEAN-ERAT telah dikerahkan untuk membantu dalam penanganan berbagai bencana yang terjadi di kawasan ASEAN.

Peristiwa bencana alam yang makin sering terjadi di kawasan ASEAN membuat adanya kebutuhan untuk selalu memperkuat ASEAN-ERAT agar dapat semakin cepat dalam menangani bencana maupun dalam memberikan bantuan kepada negara anggota ASEAN-ERAT yang sedang terkena bencana. Sangatlah penting dan mendesak agar ASEAN-ERAT memiliki rencana strategis dalam penguatan ASEAN-ERAT. 

(FJR)