Baca Buku Gratis di Motor Pustaka

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Sugeng Hariyono, bisa berbagi buku bacaan dan melihat anak-anak di sekelilingnya tersenyum saat menggenggam buku bacaan yang dicari, memberikan kepuasan tersendiri. Melalui Motor Pustaka yang digagasnya sejak 2014, Sugeng bergerilya menebarkan semangat baca di tanah rantaunya, Lampung.

“Yang saya dapatkan adalah sebuah kenikmatan. Ketika anak-anak tersenyum mendapat buku yang mereka ingin, ini kepuasan tersendiri bagi saya. Saat berkeliling meminjamkan buku, saya melihat ada interaksi anak dengan orang tua mengenai buku bacaan yang pas,” kata Sugeng di program acara Mata Najwa Metro TV, beberapa waktu lalu.

Pria asal Ponorogo, Jawa Timur, ini bercerita awal mula mendapatkan inspirasi menggagas Motor Pustaka. Sugeng yang kesepian di tanah rantau, Lampung, ingin mengusir sepi dengan membaca buku. Ia mencari perpustakaan dan bertanya kepada penduduk setempat di mana lokasi perpustakaan terdekat. Namun, jawaban yang didapatnya mengiris hati.

“Bapak itu malah tanya, ‘Perpus (perpustakaan) itu apa ya, mas?’ Dalam hati saya bilang, ‘Perpus saja tidak tahu, apalagi mau baca buku.’ Sejak saat itu, saya bertekad, harus punya perpus sendiri walaupun saat itu saya tidak mungkin bisa punya bangunan atau gedung, tapi saya ingin sekali. Akhirnya, pelan-pelan bisa membuat Motor Pustaka. Orang bisa pinjam buku, gratis,” tutur Sugeng.

Kemudian, untuk mewujudkan Motor Pustaka, Sugeng yang kala itu bekerja sebagai tukang tambal ban di sebuah bengkel, mendatangi pedagang rongsokan. Di sana, dia menjumpai seonggok motor yang hanya terdiri dari sasis dan mesin.

“Saya tabung uang dari hasil tambal ban Rp500 ribu. Di tempat jualan rongsok itu saya bisa beli motor rongsok yang setelah ditimbang harganya Rp450 ribu. Saya senang sekali. Motor itu diservis pelan-pelan oleh yang punya bengkel tempat saya bekerja. Akhirnya, mulai 2014 bisa dipergunakan,” kata Sugeng, mengenang.

Motor sudah ada. Sugeng lalu putar otak untuk mendapatkan wadah yang akan digunakan mengangkut buku bacaan. Tak sengaja, dia melihat seorang ibu penjual makanan yang membawa dagangan menggunakan tas. Sugeng lalu membeli tas serupa dan menjadikannya wadah menampung 120 buku di atas motornya.

“Tas itu saya jahit pakai rafia. Tidak apa-apa, itu menjadi semangat bagi saya,” ucap pria yang istrinya juga pegiat literasi, Centhul Pustaka.

Motor dan wadah membawa buku sudah di tangan. Lalu, bagaimana cara Sugeng memeroleh buku bacaan? Rupanya, buku pun didapat dari pedagang barang rongsok tempatnya membeli motor tadi. Buku sebanyak 60 buah ditimbang oleh si pedagang barang rongsok, dan dihargai Rp15 ribu. Tak perlu berpikir dua kali, Sugeng langsung membelinya dengan suka cita.


Sugeng Hariyono ketika berbagi kisah inspiratif Motor Pustaka di program acara Mata Najwa, MetroTV

Pada bulan pertama menjajakan buku bacaan gratis dengan Motor Pustaka, belum banyak orang yang tertarik membaca. Sebab, Sugeng dikira berjualan buku. Tak putus asa, dia berupaya agar orang mengenal Motor Pustaka. Kini, upayanya itu berbuah manis.

“Itu sesuatu bagi saya. Lalu saya berupaya untuk menambah buku, keliling ke 200 rumah warga, dapat 42 buku. Itu juga saya dapat cacian, mereka bilang mau-maunya punya kegiatan yang tidak ada hasilnya. Saya dibilang, ‘Hidup saja masih menumpang, makan tiap hari saja sudah bersyukur, kerja saja yang benar biar sukses.’ Tapi ini justru memotivasi saya,” kata Sugeng.

Sugeng lalu mencari cara untuk menambah koleksi buku bacaan melalui donatur buku. Dengan keterbatasan alat teknologi, akhirnya dia berhasil mendapatkan donatur.

“Ponsel saya tidak canggih. Lalu, saya pinjam camera digital dan fotonya saya unggah ke Facebook. Itu pun membutuhkan waktu lama, satu foto memakan waktu dua jam upload. Alhamdulillah, ada yang merespons. Namanya Mbak Fitri, dari Riau,” kata Sugeng.

Kini, jumlah buku yang tersedia di Motor Pustaka sebanyak 3.600 judul. Semua buku itu tak cuma ada di Motor Pustaka, melainkan tersebar di Armada Pustaka Lampung, yang terdiri dari Onthel Pustaka, Perahu Pustaka, Centhul Pustaka, Pustaka Jalanan, Matic Pustaka, dan Ransel Pustaka.

Itu adalah kisah inspiratif dari Sugeng, penggagas Motor Pustaka di Lampung. Apakah Anda terinspirasi dengan semangat dan kegigihan Sugeng untuk menularkan semangat membaca?

Jangan ragu untuk berbuat baik. Apalagi, pada bulan Ramadan seperti sekarang ini. Jika Anda merasa belum mampu berbuat seperti Sugeng dengan Motor Pustaka, Anda bisa memulai langkah kecil dengan mendukung gerakan #BukuUntukIndonesia.

Gerakan #BukuUntukIndonesia mengajak masyarakat berbagi kebaikan dengan memberikan buku gratis ke pelosok negeri.

Awali langkah kebaikan Anda dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com.  Klik tombol “berbagi” di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke laman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

(ROS)

Copyright : metrotvnews.com