Bantuan pangan untuk Ethiopia akan habis pada Juli

Sapi kurus berjalan di padang rumput desa Gelcha, salah satu daerah yang terdampak kekeringan di daerah Oromia, Ethiopia, pada 2016Hak atas foto Reuters
Image caption Tahun lalu, kekeringan juga melanda Ethiopia.

Ethiopia akan kehabisan bantuan pangan darurat untuk 7,8 juta orang yang terdampak kekeringan pada akhir bulan ini, menurut PBB.

Kelompok bantuan kemanusiaan dan pemerintah tengah meminta bantuan, namun mereka khawatir akan donor fatigue atau kelelahan berderma karena banyaknya krisis yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Kelaparan di Nigeria timur laut, Sudan Selatan, Yemen dan Somalia disebut oleh PBB pada Maret lalu sebagai krisis kemanusiaan terparah yang dihadapi oleh dunia sejak 1945.

Namun Ethiopia kini juga sedang menghadapi kesulitan karena gagal hujan secara berturutan.

Pemerintah, meski kini lebih baik dalam menghadapi kekeringan daripada tahun-tahun sebelumnya, kini masih belum memiliki cukup dana untuk mengatasinya.

Mereka mengalokasikan dana tambahan sebesar $381 juta atau Rp5 triliun lebih selama dua tahun terakhir, tapi tak mampu untuk mengatasi tahun ketiga.

Situasi ini membuat Ethiopia berada dalam kondisi yang “suram”, menurut John Aylieff dari Program Pangan Dunia, sebuah badan PBB.

“Secara nasional, makanan akan habis pada akhir Juni,” katanya pada wartawan, Jumat.

“Artinya 7,8 juta orang yang membutuhkan bantuan pangan kemanusiaan di Ethiopia akan mengalami pemotongan bantuan secara mendadak pada akhir Juni.”

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh John Graham dari Save the Children.

Pada kantor berita AFP, dia mengatakan, “Setelah makanan habis, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Dan tanpa makanan dasar, akan muncul masalah malnutrisi karena mereka tidak dapat makan. Anak-anak ini akan sangat kekurangan gizi dan di sinilah situasinya menjadi berbahaya.”

Copyright : bbci.co.uk