Belum terjadi lonjakan penumpang di terminal bus Palembang

Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Kota Palembang, Satlantas Polresta Palembang, Satlantas Polda Sumsel memeriksa persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat inspeksi untuk persiapan armada angkutan Lebaran 2017 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (12/6/2017). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi) ()

Palembang (ANTARA News) – Terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis masih sepi aktivitas mudik dan belum terjadi lonjakan penumpang dibanding hari sebelumnya.

Kepala Terminal Tipe A Karya Jaya Kota Palembang, Fauzi, mengatakan, hingga tiga hari menjelang Lebaran (H-3) belum terjadi lonjakan penumpang bus.

Jumlah pengguna jasa angkutan umum bus AKAP tujuan ke sejumlah kota di Pulau Jawa belum terjadi peningkatan yang berarti seperti yang terjadi di beberapa daerah lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari petugas loket Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi di terminal ini, tingkat okupansi atau keterisian bus mereka masih 65 – 80 persen alias tidak penuh.

“Pelayanan kepada masyarakat selama musim mudik lebaran berjalan lancar dan masih mampu diatasi dengan armada bus yang disiapkan pihak perusahaan otobus di terminal ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sekarang ini terdapat 38 bus AKAP yang berangkat dari Terminal Karya Jaya Palembang ke beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa lainnya dengan total tempat duduk yang tersedia sekitar 1.300 penumpang.

Berdasarkan pengalaman musim mudik tahun-tahun sebelumnya, lonjakan penumpang diprediksi akan terjadi pada H-2 (23/6) karena pada hari itu pegawai instansi pemerintah dan swasta mulai libur/cuti bersama.

Untuk mengatasi terjadinya lonjakan penumpang pada puncak arus mudik lebaran itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pengelola perusahaan bus AKAP untuk menyediakan armada bus tambahan, ujarnya.

Sementara Wilda pengelola bus Keramat Jati tujuan Palembang-Jakarta dan Bandung menjelaskan, untuk mengatasi lonjakan penumpang pada arus mudik sekarang ini pihaknya menyiapkan dua armada bus cadangan.

Armada bus cadangan itu jika terjadi lonjakan penumpang sewaktu-waktu bisa dioperasikan sehingga tidak ada pemudik yang terlantar.

Berdasarkan data sekarang ini, pihaknya setiap hari memberangkatkan dua bus tujuan Palembang- Jakarta dan dua bus Palembang-Bandung, dengan okupansi paling tinggi 80 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 74 orang.

Berdasarkan data pemesanan tikes bus AKAP di loket Kramat Jati Terminal Karya Jaya, lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada 23 Juni 2017 dengan tingkat muatan mencapai 100 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia, kata Wilda.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Copyright : antaranews.com