BI Sebut Penurunan Suku Bunga Acuan Sudah Perhitungkan FFR

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin. Kebijakan ini sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR) pada Desember nanti.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, probabilitas kenaikan Fed Fund Rate pada Desember 2017 nanti mulai tampak dan mengarah ke realisasi. “Itu semua risiko eksternal, dan sudah kita kalkulasi,” ujarnya, dalam sebuah konferensi pers, di Gedung  Bank Indonesia Jakarta, Jumat malam 22 September 2017.



Menurutnya, suku bunga acuan yang diturunkan sudah cukup memadai untuk dapat memproyeksikan perkembangan inflasi ke depan.”Suku bunga saat ini sudah bisa membawa inflasi ke target sasaran kita. Namun masih terbuka ruang kedepannya, bergantung kepada seberapa inflasi dan stabilitas nilai tukar bisa kita jaga,” tuturnya.

Sementara itu, BI juga memperkirakan prospek perekonomian global semakin membaik terutama di negara maju. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan lebih tinggi sejalan dengan perbaikan permintaan domestik.

“Begitu pula, pertumbuhan ekonomi di Eropa membaik seiring dengan peningkatan aktivitas konsumsi dan penurunan ketidakpastian sektor keuangan,” tambah dia.

Di negara berkembang, lanjut Dody, perekonomian Tiongkok diperkirakan tumbuh lebih baik didukung oleh konsumsi yang kuat dan penyaluran kredit yang meningkat. Peningkatan pertumbuhan di Tiongkok diperkirakan dapat mengkompensasi penurunan pertumbuhan di India.

Adapun risiko pasar keuangan global relatif terjaga seiring dengan keputusan FOMC terkait dengan kebijakan FFR dan normalisasi neraca bank sentral AS yang sesuai dengan perkiraan pasar. “Keputusan FOMC tersebut juga sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia,” tutup dia.

(ABD)

Sumber RSS / Copyright : metrotvnews.com