BPS Prediksi Inflasi Naik di Juni 2017

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi tingkat inflasi akan meningkat pada Juni 2017. Adapun hal itu terjadi disebabkan oleh peningkatan pada kelompok pengeluaran pangan, sandang, transportasi, dan listrik.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, bulan depan masih ada momen bulan suci Ramadan dan menyambut Lebaran. Dari momen tersebut diprediksi akan meningkatkan permintaan sejumlah komoditas. Hal ini seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Sandang tentu saja mengalami kenaikan. Kita perlu mengantisipasi untuk transportasi yang biasanya mengalami kenaikan. Bulan depan juga hati-hati karena masih ada pengaruh listrik,” kata Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Juamt 2 Juni 2017.

Sementara untuk inflasi dari kelompok pangan, Suhariyanto menjelaskan, inflasi kelompok pangan tidak terlalu mengkhawatirkan karena pemerintah telah menyiapkan antisipasi-antisipasi agar harga komoditas pangan tidak mengalami lonjakan.

Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah aturan untuk menjaga harga komoditas pangan terkendali yaitu penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga komoditas yaitu gula, minyak goreng, dan dagung beku.

Lalu, pemerintah telah mewajibkan diatributor melaporkan ketersediaan pangan untuk mencegah penimbunan. Kemudian melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terdapat aturan impor komoditas holtikultural, seperti bawang putih.

“Mudah-mudahan saja (inflasi tidak tinggi), karena pasti permintaaan bahan makanan di Juni akan naik. Tapi dengan berbagai upaya ini kita harapkan harga bisa kita tekan. Kalau kita lihat minggu terakhir turun maka ke depan bisa terkendali, sehingga inflasi tidak tinggi,” jelas dia.

(ABD)

Copyright : metrotvnews.com