Bubur Ayam Khas Gorontalo Menjadi Tradisi Buka Puasa

Buka puasa di Masjid Agung, Blok Plan Pohuwato, tampak bubur ayam menjadi andalan untuk buka puasa. (foto/Zaki-PJ)

Lihat Juga:

POHUWATO, PJ. Tradisi buka puasa di Gorontalo sejak nenek moyang yakni buka puasa dengan kue dan diselingi dengan bubur ayam khas Gorontalo.

Berbuka di Masjid, seperti di Masjid Agung, Masjid Al-Ikhlas, Masjid Al Iqra dan lain-lain juga seperti berbuka puasa di Masjid kota-kota besar. Menariknya, kalau buka puasa di Masjid di seantero Gorontalo, termasuk Marisa, pasti menemukan hidangan bubur ayam.

“Disaat kita berbuka puasa, bubur ayam sangat bagus dikonsumsi untuk menjaga pencernaan, “kata Hamka Nento (50-an) pada porosjakarta.com.

Buka Puasa di Masjid Al Iqra, Buntulia, Pohuwato, bubur tetap menjadi idola. (foto/Zaki-PJ)

Sebenarnya, momentum buka puasa di Masjid itu, nuasa kekeluargaan atau silaturrahmi lebih terasa. Yakni, bisa bertegur sapa antar satu dengan yang lain. Sementara musafir bisa langsung bergabung untuk menikmati buka puasa dengan warga setempat di Masjid.

Disamping itu, terkait dengan jualan takjil atau makanan buka puasa, Salmawati (36) mengaku menjual menu buka puasa beda dengan yang lain. Jika sebagian besar warga Marisa menjual menu buka puasa dengan kue dan bubur khas Gorontalo. Salmawati menjual bubur dan kolak salak sumsum ala Jakarta.

“Sengaja Bang, biar lebih bervariasi. Alhamdulillah, banyak juga yang beli pingin nyobain bubur Jakarta, “katanya, Senin (19/6/2017).

Jualan takjil atau makanan buka puasa, bubur tetap menjadi peringkat pertama. (foto/Zaki-PJ)

Sebenarnya, perempuan kelahiran Jakarta ini, sejak tahun 2012, ia mendirikan usaha warung kecil-kecilan menjual mpek-mpek. Namun yang paling menonjol adalah Bubur khas Jakarta.

Setiap bulan puasa ia jualan bubur Jakarta, dimana, saat ini diakui, setiap hari bisa laku kurang lebih 20 box (10 ribu per box). Sedangkan kolak sumsum perhari laku kurang lebih 40 box, (harga per box 5 ribu rupiah).

“Alhamdulillah, berkah ramadhan, jualan bisa laku, hehe,”tandasnya.

“Saya juga beli bubur ayam, selang seling aja, kadang bubur ayam khas Gorontalo dan kadang bubur ayam Jakarta, “timpal Bahar Gobel singkat. [PJ/Zaki]

Copyright : porosjakarta.com