Butuh Pembahasan Mendalam untuk Bangun PLTN

Metrotvnews.com, Sumbawa: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) jika kebutuhan listrik di Indonesia kurang. Sejauh ini, terkait rencana pembangunan PLTN masih terus dalam pembicaraan secara mendalam.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menegaskan pembangunan PLTN akan dilakukan setelah melihat kebutuhan listrik di Indonesia dan bagaimana strategi kelistrikan yang dibuat pemerintah kedepannya. Tentu pemerintah terus berupaya agar ketahanan energi bisa terus terjaga.


“Kalau untuk nuklir nanti kita bicarakan. Kebutuhan seperti apa dan strategi ke depan seperti apa? Ini perlu pendalaman,” tegas Arcandra, di Sumbawa, NTB, Senin 25 September 2017.

Mengacu Komite Energi Nasional (KEN), Arcandra menjelaskan, nuklir adalah sumber energi yang terakhir jika kebutuhan energi di Indonesia selalu kurang. Pembangunan PLTN, menurutnya, membutuhkan pendalaman khusus.

“Karena di KEN juga disebutkan ini (nuklir) adalah the last resources. Ini perlu pendalaman bagaimana kebutuhan kita apakah tercapai, energi seperti apa, dan apakah tercapai 23 persen di 2025 untuk energi baru terbarukan. Ini yang perlu pendalaman,” jelas dia

Indonesia terkesan belum siap dan masih harus meningkatkan kesadaran publik terlebih dahulu terkait listrik bertenaga nuklir. Energi nuklir masih menjadi perdebatan di Indonesia. Menurut laporan lembaga World Nuclear Association, Indonesia membutuhkan 450 miliar kWh di 2026 dengan asumsi pertumbuhan permintaan industri 10,5 persen setiap tahunnya.

Sebagian besar kebutuhan itu kini masih disuplai menggunakan bahan bakar minyak dan gas, dengan tingkat cadangan yang rendah sehingga listrik sering padam karena tidak mampu memenuhi tingginya permintaan.

(ABD)

Sumber RSS / Copyright : metrotvnews.com