Cabut Kesepakatan Iklim, AS Dinilai Tak Sejalan Komitmen Internasional

Jubir Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan bahwa AS keluar dari Kesepakatan Iklim Paris 2015.

Kesepakatan Paris 2015 ini mengikat AS dan 187 negara lainnya, termasuk Indonesia, untuk menjaga kenaikan temperatur global di bawah dua derajat Celcius dan berupaya membatasinya pada 1,5 derajat Celcius.

“Keputusan AS tidak sejalan dengan komitmen kerja sama internasional dalam melakukan upaya terhadap dampak negatif perubahan iklim yang dirasakan masyarakat internasional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir kepada awak media di Jakarta, Jumat 2 Juni 2017.

“Indonesia yakin bahwa perubahan iklim adalah tantangan global yang membutuhkan kerja sama semua pihak baik negara maju maupun berkembang,” lanjut dia.

Kerja sama semua negara terkait ini tentu sesuai dengan prinsip dan kesepakatan internasional yang telah disepakati bersama.

“Indonesia tentunya terus dan berkomitmen menjadi bagian dari solusi untuk atasi perubahan iklim bahwa kita rasakan semua efeknya,” ungkap Arrmanatha.

Sementara itu, Trump beranggapan Kesepakatan Paris ditujukan untuk memincangkan, merugikan dan memiskinkan AS.

Trump juga berpendapat Kesepakatan Paris menyebabkan AS kehilangan produk domestik bruto sebesar USD3 triliun dan 6,5 juta lapangan kerja.

(FJR)

Copyright : metrotvnews.com