Cerita Sri Mulyani tentang Perbedaan Puasa di AS dan Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Tahun ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali menjalankan ibadah puasa di Tanah Air. Adapun hal itu terjadi lantaran sejak Juli lalu, dirinya kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro saat perombakan kabinet jilid II.

Ani, sapaan Sri Mulyani, yang enam tahun sebelumnya harus tinggal di Washington, Amerika Serikat, karena didaulat menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Dirinya menceritakan perbedaan puasa yang dijalani saat berada di negeri Paman Sam dan Indonesia.

Dari sisi waktu, kata Ani, menjalani puasa di AS lebih lama. Ani harus menahan hawa nafsu selama 16,5 jam selama di sana. Sedangkan di Indonesia, dari imsyak hingga adzan magrib kurang lebih 13,5 jam.

“(Di sana buka) sampai jam setengah sembilan malam, ya tidurnya sedikit banget dan kerjanya seperti biasa. Di sana kadang waktu buka masih kerja,” tutur Ani, ketika ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis 1 Juni 2017.

Terlebih, kata Ani, tak seperti di Indonesia yang mayoritasnya muslim, di AS umat muslimnya minoritas sehingga membuat suasana Ramadan tak terlalu terlihat. Karena semua hal harus dipersiapkan sendiri, seperti halnya ketika berbuka, yang tentu diingatkan dengan adanya adzan magrib. Ani mengakui jauh lebih menyenangkan menjalankan puasa di Indonesia.

“Dari sisi suasana, jauh lebih menyenangkan di sini. Kalau sahur sudah mendegerkan televisi. Di sana mana ada televisi soal sahur. Di sini kita tahu ada break-nya, jadi bisa jalankan ibadah secara khusyu dan lebih tenang,” ujar wanita kelahiran 54 tahun silam.

Namun, dirinya mengakui, jika menjalankan puasa di Indonesia tantangan terberatnya yakni macet yang luar biasa dan panas sehingga membuat keringatan dan dehidrasi. Dehidrasi yang berlebihan terkadang membuat orang ingin segera berbuka yang segar, yakni dengan meminum es. Hal itu yang dilakukan Ani pada puasa di hari kedua.

“Hari kedua kan panas, itu saya beli semua es dawet, saya beli tape, saya beli kolang kaling, terus saya kasih es, aduh enak banget,” cerita Ani.

Namun, efek kaget setelah minum es alhasil membuat tenggorokan Ani dilanda rasa sakit (radang tenggorokan) dan membuat suaranya aga serak. Kendati demikian, lanjut Ani, hal tersebut tak menggangu aktivitasnya di bulan Ramadan. Puasa masih tetap ia laksanakan hingga hari kelima ini.

“Masih puasa Insya Allah,” jawab Ani.

(ABD)

Copyright : metrotvnews.com