China Akan Condong ke Arab Saudi Dibanding ke Qatar

Metrotvnews.com, Jakarta: Di tengah krisis Timur Tengah antara negara-negara Teluk melawan Qatar, posisi China dan Rusia juga dipertimbangkan. Para pengamat berpendapat bahwa dua negara ini masih dan akan lebih condong ke Arab Saudi.

Namun, ada pendapat bahwa posisi Rusia dan Tiongkok ini menjadi sulit karena berada di antara dua kubu yang cukup diperhitungkan.

“Negara-negara militer jika harus memilih saya kira, dengan mempertimbangkan hubungan diplomatik, akan memilih Arab Saudi yang jauh lebih menguntungkan, terutama untuk Tiongkok,” kata seorang pengamat dari UIN Jakarta, Ali Munhanif dalam diskusi Populi Center di Jakarta, Sabtu 10 Juni 2017.

Jika memang Rusia atau China memilih untuk mendukung Qatar, dinilai dukungan tersebut tidak akan secara terang-terangan ditunjukkan. 

“Seluruhnya itu kan untuk kepentingan keamanan strategis nasional negara-negara masing dan meningkatkan ekonomi masing-masing. Misalnya Rusia dan China dukung Qatar ya lewat Iran atau Turki,” ungkap dia.


Pengamat dari UIN Jakarta, Ali Munhanif (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Sementara, Turki dengan gamblang mendukung Qatar di mana Turki mengeluarkan pernyataan akan mengirim pasukan ke Qatar jika keadaan memburuk.

“Ini balasan Turki untuk Qatar karena saat krisis kudeta Turki, Qatar sangat mendukung Erdogan (Perdana Menteri Turki),” ucap dia.

Sementara, pengamat Timur Tengah dari LIPI, Hamdan Basyar berpendapat bahwa Tiongkok akan lebih condong dan berpihak kepada Arab Saudi karena faktor ekonomi.

“Di samping itu, dengan adanya konflik ini, sebenarnya Amerika Serikat juga diuntungkan. Arab Saudi masih di bawah kekuasaan Amerika serta pengaruh Amerika di Teluk itu masih besar,” pungkasnya.

Arab Saudi bersama sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin 5 Juni. Mereka menuduh Qatar mendukung gerakan ekstremisme dan terorisme.

Sikap Arab Saudi ini kemudian diikuti oleh negara lain seperti Libya, Yaman, Maladewa, Mauritius. Tuduhan mendukung ekstremisme tersebut dibantah keras oleh Pemerintah Qatar.

(FJR)

Copyright : metrotvnews.com