China Sangkal Tuduhan Trump Bantu Pengiriman Minyak ke Korea Utara

China membantah telah membantu pengiriman bahan bakar minyak ke Korea Utara dengan melanggar sanksi-sanksi Dewan Keamanan PBB, satu hari setelah tuduhan yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Donald Trump.

“China telah secara lengkap dan tegas menjalankan resolusi-resolusi DK dan memenuhi kewajiban internasional kami,” kata juru bicara kementerian LN Hua Chunying hari Jumat (29/12).

“Kami tidak akan pernah mengizinkan warga dan perusahaan kami melakukan kegiatan yang melanggar resolusi Dewan Keamanan,” tambahnya.

Walaupun China berkeras menjalankan sanksi-sanksi internasional itu, Amerika, Korea selatan dan Jepang curiga bahwa masih ada cara-cara untuk menghindari sanksi-sanksi itu.

Bantahan pemerintah China yang telah berulang kali disampaikan, tidak menghentikan cuitan (tweet) Presiden Trump yang mengatakan hari Kamis (28/12) bahwa dia “sangat kecewa China mengizinkan minyak masuk ke Korea Utara.”

Sanksi-sanksi itu ditujukan untuk mencegah masuknya 90 persen bahan bakar minyak ke Korea Utara, dengan membatasinya hanya sampai 500.000 barrel per tahun, dan minyak mentah yang boleh diimpor negara itu hanya empat juta barrel per tahun.

Kementerian LN Korea selatan mengatakan hari Jumat telah menyita sebuah kapal berbendera Hongkong yang memindahkan minyak ke kapal milik Korea Utara di perairan internasional.

Kantor berita Korea selatan Yonhap melaporkan bahwa kapal Lighthouse Winmore telah memindahkan “600 ton bensin” ke sebuah kapal Korea utara tanggal 19 Oktober dan kapal berbendera Hongkong itu disita tanggal 24 November ketika masuk ke pelabuhan Yeosu di selatan. [ii]

Sumber RSS / Copyright : voaindonesia.com