China Ubah Pelabuhan Pakistan Menjadi Raksasa Regional

Suatu upaya konstruksi dan finansial China yang belum pernah berlangsung sebelumnya, dengan pesat mengembangkan Gwadar, pelabuhan Laut Arab yang strategis di Pakistan, menjadi salah satu fasilitas pengiriman kargo dan transit terbesar di dunia. Wartawan VOA Ayaz Gul melaporkan, kedua pihak berharap dapat mengubah kota pelabuhan tersebut menjadi gerbang koridor ekonomi bilateral bernilai miliaran dolar, yang dibangun untuk menghubungkan kedua negara bersekutu tersebut.

Pelabuhan laut dalam Gwadar terletak pada pertemuan tiga wilayah yang paling penting bagi perdagangan di dunia: Timur Tengah yang kayak minyak, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Beijing sedang membangun Gwadar sebagai bagian dari Koridor Ekonomi China -Pakistan, CPEC. Kedua negara meluncurkan proyek pembangunan 15 tahun itu pada tahun 2015 untuk bersama-sama membangun jalan raya, jaringan rel kereta, pembangkit listrik, komunikasi dan zona-zona industri di Pakistan, dengan investasi China yang semula diperkirakan mencapai 46 miliar dolar.

Tujuannya adalah menghubungkan Gwadar dengan kawasan barat China yang terkurung daratan, untuk membuka jalur yang lebih pendek dan aman melalui Pakistan ke pasar global.

Beberapa kalangan di Pakistan khawatir pekerja terampil China , para ahli teknik dan bisnis akan membanjiri negara itu, dan mengganggu industri di dalam negeri.

Ketua Otoritas Pelabuhan Gwadar, Dostain Khan Jamaldini, mengatakan, “Saya pikir ini tidak benar. Itu tidak benar.”

Dostain Khan Jamaldini mengatakan, sekitar 65 persen tenaga kerja dalam pembangunan dan proyek-proyek lain di Gwadar adalah orang Pakistan, dan jumlah pekerja China hanya sedikit di atas 300 orang.

Ia menambahkan, “Lihatlah, gedung yang sedang dalam tahap konstruksi ini, semuanya menggunakan bahan prefabrikasi dengan teknologi China . Untuk mendirikan bangunan besar dalam waktu dua atau tiga bulan, saya pikir kita tidak dapat melakukannya sekarang ini. Tetapi ya, dengan pembangunan ini, secara bertahap berlangsung alih teknologi ke Pakistan dan ini lebih lanjut akan meminimalkan kehadiran pekerja China di Pakistan.”

Impor bahan bakar dan kargo komersial China akan dimuat ke truk-truk, dibawa dengan feri ke dan dari kawasan Xinjiang, China Barat, melalui Jalan Raya Karakoram yang berliku-liku melintasi puncak-puncak gunung berselimutkan salju di Pakistan Utara.

Para pejabat mengantisipasi Gwadar akan menjadi pusat pengapalan terbesar di Asia Selatan dalam kurun lima tahun, dengan kapasitas penanganan 13 juta ton kargo setiap tahun. Dan pada tahun 2030, para pejabat menyatakan pelabuhan tersebut akan menangani 400 juta ton kargo setiap tahun.

Masalah keamanan dan klaim India atas sebagian wilayah yang dilewati proyek besaran-besaran ini masih merupakan tantangan penting bagi Gwadar dan CPEC secara umum.

Selepas dua teluk di Gwadar, Laut Arab bertemu dengan Teluk Persia dan nelayan setempat mengarungi perairan biru jernih itu seperti generasi-generasi terdahulu mereka.

Penduduk miskin di kota pesisir itu sebagian besar adalah nelayan dan pembuat perahu. Mereka berharap peluang kerja baru akan terbuka bagi mereka setelah pembangunan besar-besaran mulai berlangsung di Gwadar.

Tetapi warga mengatakan pemadaman listrik berjam-jam setiap hari serta kelangkaan air merupakan masalah mendesak yang mereka hadapi.

Seorang warga mengeluhkan pemadaman listrik dan kelangkaan air yang sering terjadi. Sementara itu seorang warga lainnya mengeluh karena tidak mendapat ikan seekor pun dan kembali dengan tangan kosong. [uh/ab]

Sumber RSS / Copyright : voaindonesia.com