Di Jepara, Sebanyak 1.700 Anak Putus Sekolah

Metrotvnews.com, Jepara: Sebanyak 1.700 anak usia sekolah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tak bisa mengenyam pendidikan. Sebagian jadi penggangguran, sebagian lainnya harus masuk dunia kerja guna meringankan beban ekonomi keluarga.

 

Ketua Tim Teknis Pengurangan Pekerja Anak (PPA) Program Keluarga Harapan (PKH) Jepara 2017 Muryanto mengatakan, program PPA PKH 2017 di Jepara baru menyasar sebanyak 150 anak putus sekolah. Sementara, data yang deterima pihaknya, anak usia sekolah namun sudah putus sekolah di Jepara mencapai 1.700 orang.

 

”Kami tidak bisa menfasilitasi seluruhnya untuk mendapat bimbingan melalui program PPA PKH 2017. Karena memang anggaranya hanya untuk 150 anak,” ujar Muryanto, Sabtu 3 Juni 2017.

 

Muryanto melanjutkan, program PPA PKH hanya diperuntukan bagi anak yang sudah bekerja. Jika tidak bekerja maka tidak bisa. Meski mereka tergolong putus sekolah.

 

”Di setiap kecamatan ada anak yang putus sekolah. Tapi paling banyak di Kecamatan Kedung,” ungkap Muryanto.

 

Muryanto mengatakan, mereka rata-rata berada di bawah garis kemiskinan. Mereka putus sekolah karena orang tua tidak mampu secara ekonomi. Sehingga mereka terpaksa harus bekerja membantu keluarganya.

 

“Ada yang putus sekolah karena pengaruh lingkungan. Ini jadi kendala juga bagi kami waktu pencarian peserta program PPA PKH. Karena mereka sudah malas sekolah. Apalagi sudah tahu uang,” kata Muryanto.

 

Sejak program PPA PKH diluncurkan 2014, Muryanto menambahkan, jumlah sasaran anak putus sekolah cenderung tidak mengalami perubahan. Tahun 2014 sasaran PPA PKH sebanyak 150 anak putus sekolah. Kemudian Tahun 2015 sebanyak 120 anak, tahun 2016 sebanyak 120 anak, dan tahun 2017 sebanyak 150 anak.

 

“Rata yang sudah dapat motivasi mereka bersedia melanjutkan. Jika tak ke sekolah formal biasanya mereka ikut kejar paket,” pungkas Muryanto.

(RRN)

Copyright : metrotvnews.com