DPR: Kepolisian antisipasi perang proxy bom Melayu

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi meminta aparat Kepolisian mengantisipasi adanya perang proxy kawasan pasca peristiwa bom di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu malam karena diduga untuk menciptakan kepanikan di lingkungan masyarakat.

“Aparat perlu mengantisipasi adanya proxy war kawasan, dimana saat yang sama Filipina juga terjadi konflik komunal domestik,” kata Bobby di Jakarta, Rabu.

Dia menilai ledakan bom Kampung Melayu harus dicermati dan dituntaskan secara cepat oleh aparat penegak hukum, agar jangan sampai “proxy war” tiba-tiba terjadi di Indonesia.

Bobby menilai rakyat Indonesia sudah sangat bijak karena rekonsiliasi pasca pilkada DKI Jakarta yang rawan adanya konflik SARA, berkat kebijaksanaan tokoh-tokoh dan elemen masyarakat bisa dihindari dengan baik.

“Dapat dilihat bahwa provokasi-provokasi berhasil dihindari sehingga suasana tetap kondusif,” ujarnya.

Selain itu politisi Partai Golkar itu menilai pihak Kepolisian bekerja sama dengan BIN dan TNI perlu segera mengusut bom Kampung Melayu.

Menurut dia, ledakan bom di terminal bus bukan di sentra pemerintahan sehingga ditujukan untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat luas.

Sebelumnya terjadi ledakan bom berasal dari toilet Terminal Kampung Melayu dan bukan dari halte Trans Jakarta pada Rabu (24/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

(T.I028/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Ikuti berita dalam topik #

Copyright : antaranews.com