Duterte Mengaku Diminta AS untuk Telepon Presiden Tiongkok

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menelepon Presiden Tiongkok Xi Jinping, 3 Mei 2017. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Davao: Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku percakapannya via telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mendiskusikan ketegangan di Semenanjung Korea terjadi atas permintaan Amerika Serikat (AS). 

Duterte berbicara dengan Xi pada Rabu kemarin untuk meyakinkan dirinya dalam menjalankan peranan yang lebih besar dalam meredam ketegangan atas provokasi nuklir dan misil balistik Korut. 

Di akhir KTT ASEAN pada Sabtu, Duterte mendiskusikan masalah Korut bersama Presiden Donald Trump. 

“Jadi, saya menghubungi Presiden xi Jinping, dan berkata ‘saya menghubungi Anda karena diminta Presiden Amerika Serikat,'” kata Duterte di rumahnya di Davao, seperti dilansir Reuters, Kamis 4 Mei 2017. 

“‘Kami semua sepakat di ASEAN, dan bahkan Presiden Trump juga meyakini Anda bisa berbuat sesuatu. Kenyataannya, kontribusi terbesar adalah intervensi Anda,'” lanjut dia, mengulang kembali percakapannya dengan Xi Jinping. 

AS telah mendesak Tiongkok, sekutu utama Korut, untuk lebih bertindak dalam meredam provokasi Korut. Negeri Paman Sam telah mengingatkan bahwa “kesabaran strategis” di masa lalu terhadap Pyongyang telah berakhir.

“Mereka mendapatkan bantuan dari semua orang di sini,” ujar Duterte, merujuk pada upaya diplomatik AS di Asia. 

Menurut seorang sumber dari kantor kepresidenan Filipina kepada Reuters, percakapan Duterte dan Xi berlangsung sekitar 26 menit. Duterte mengatakan jika Trump meminta, dia akan dengan senang hati memaparkan apa saja yang sudah didiskusikan dengan Xi. 

Trump dan Xi menjalin hubungan yang tak terbayangkan tahun lalu, setelah kepala negara Negeri Paman Sam itu melancarkan serangkaian serangan verbal terhadap Beijing.

(WIL)