Flyover Kretek Terlambat Rampung, Ini Sebabnya

Brebes – Pembangunan jalan layang atau flyover di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, dipastikan tidak akan selesai tepat waktu. Secara fungsional, saat arus mudik nanti, diperkirakan progres pembangunan baru mencapai 80%. Sementara tiga pembangunan flyover lain, masing masing Dermoleng, Ketanggungan Brebes, Kesambi dan Klonengan, Tegal akan selesai tepat waktu.

Saat ini, progres pembangunan baru 75%, dan pada saat arus mudik diperkirakan baru mencapai 80%. Tersendatnya pembangunan jalan layang di Desa Kretek ini disebabkan karena lambannya proses pembebasan lahan. Pembebasan lahan sebanyak lebih dari 80 bidang itu baru selesai pada bulan April lalu. Selain itu, cuaca yang kurang mendukung dalam beberapa bulan ini juga turut menjadi kendala pembangunan jalan layang sepanjang 830 meter tersebut.

Faktor lainnya adalah banyaknya truk besar yang melintas juga turut menghambat pembangunan jalan layang ini. Meski belum mencapai 100%, flyover tersebut akan tetap bisa digunakan. Hanya saja untuk mobil pribadi dan mobil kecil. Di lokasi itu juga akan dipasang jembatan darurat.

Di lokasi pembangunan flyover Desa Kretek, ada empat batang steel box yang harus dipasang. Namun saat ini baru dua yang sudah terpasang. Kekurangan dua steel box itu, akan ditutup sementara dengan pemasangan jembatan darurat, agar nanti mobil bisa melintas. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti bus dan truk akan melewati jalan darurat yang dibangun di samping kanan dan kiri jembatan layang.

Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Flyover, Wahyu Suprio menerangkan, saat ini tiga flyover sudah mencapai 90%. Masing masing Dermoleng sudah mencapai 92%, Klonengan 95%, dan Kesambi 90%. Flyover Dermoleng dan Klonengan sudah dimulai pengaspalan, dan ditargetkan pada H-10 sudah uji coba.

“Sedangkan Kesambi dan Kretek saat ini masih melakukan percepatan pekerjaan. Kesambi akan selesai namun Kretek belum bisa mencapai target, hanya saja bisa dilalui secara fungsional pada H-10 atau tanggal 16 Juni,” jelas Wahyu Suprio, Minggu (11/6/2017) siang.

Diperkirakan, flyover Kretek pada mudik nanti progres baru 90%.

Pembangunan jalan layang di tiga titik lainnya, yakni Kesambi, Klonengan dan Dermoleng diperkirakan selesai sesuai target. Di Dermoleng saat ini sudah 90% dan girder atau balok penyanggga di flyover yang panjangnya 650 meter itu sudah terpasang. Klonengan, pembangunan flyover sepanjang 1.000 meter itu juga sudah mencapai 90%. Sedangkan di Kesambi baru 80%, tapi pekerjaan terus dikebut sehingga bisa dilewati pada h-10 lebaran

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Brebes, Ajun Komisaris Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, tersendatnya pembangunan flyover di Kretek diprediksi akan menghambat arus lalu lintas pada mudik nanti. Karena itu, kepolisian telah mengantisipasinya dengan menempatkan personel dan menyiapkan jalur alternatif.

“Kami siapkan jalur alternatif baik dari arah selatan mau pun dari utara flyover Kretek, dari Bumiayu hingga Paguyangan,” paparnya. (dna/dna)

Copyright : detik.com