Gangster Kolombia Rampok Rumah Sakit di Yunani, Begini Modusnya  

Jum’at, 09 Juni 2017 | 18:08 WIB

Gangster Kolombia Rampok Rumah Sakit di Yunani, Begini Modusnya  

REUTERS/Pascal Rossignol

TEMPO.CO, Athena – Gangster Kolombia telah merampok peralatan medis mahal dari empat rumah sakit di Athena, Yunani, yang nilainya miliaran rupiah selama Mei 2017. Gangster Kolombia masuk Yunani dengan menyamar sebagai turis.

Berdasarkan penyelidikan bersama yang dilakukan kepolisian Bogota, Kolombia, dan polisi Yunani, identitas tersangka perampok telah diketahui. Gangster Kolombia ini terdiri atas tiga warga Kolombia berusia 20, 37, dan 50 tahun bersama seorang wanita tak dikenal. Mereka memasuki Yunani pada Mei 2017 sebagai turis dari Turki.

Dengan menggunakan paspor Portugis palsu, mereka menyewa sebuah apartemen di Athena dan menyewa mobil untuk mengunjungi rumah sakit yang ingin mereka rampok. Gangster tersebut meninggalkan Yunani dalam penerbangan ke Bogota pada 25 Mei.

Polisi Bogota telah menemukan empat endoskopi yang digunakan untuk pemeriksaan bagian dalam tubuh manusia. Menurut polisi Bogota, gangster narkoba ini mungkin membutuhkan endoskopi untuk memeriksa perut keledai penyelundup narkoba guna memastikan benar-benar telah menelan obat-obatan terlarang. Kemudian memeriksa kotorannya untuk mengambil obat-obat terlarang itu.

Kepala keamanan, Attica Christos Papazafiris, mengatakan jumlah kerugian akibat perampokan gangster Kolombia termasuk tinggi.

Papazafiris memaparkan rincian kerugian yang dialami akibat perampokan gangster Kolombia, yakni peralatan medis senilai lebih dari 500 ribu euro atau setara Rp 7,4 miliar dari Rumah Sakit St Savvas pada 15 Mei 2017; peralatan senilai 115 ribu euro atau setara Rp 1,7 miliar yang dicuri dari Rumah Sakit Lamia dan Larissa pada 19-22 Mei 2017; serta dua gastroskop (digunakan untuk memeriksa bagian dalam perut) yang dicuri dari Departemen Gastroenterologis Rumah Sakit Volos pada 21 Mei 2017.

Tragisnya, aksi perampokan gangster narkoba Kolombia menambah penderitaan Yunani yang sedang berjuang keluar dari krisis ekonomi.

Papazafiris menyatakan perampokan oleh gangster Kolombia ternyata tak hanya terjadi di Yunani, tapi juga di Lithuania, Luksemburg, Spanyol, Jerman, Austria, Republik Cek, Polandia, Italia, Prancis, dan Kroasia dalam kurun empat tahun terakhir.

BBC | YON DEMA

Copyright : tempo.co