Gerak Rupiah Dipengaruhi 3 Sentimen Eksternal

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah beberapa waktu belakangan ini masih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Rencana The Fed menaikkan suku bunga serta pelemahan mata uang euro menjadi salah satu penyebabnya.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Yulia Safrina mengungkapkan saat ini rupiah berada dalam kondisi tidak menentu. Menurutnya, sentimen global yang menguasai gerak rupiah membuat mata uang Garuda ini keok terhadap dolar AS.

“Tak hanya dari global, seperti rencana kenaikan suku bunga The Fed dan komentar Presiden Bank Sentral Eropa yang masih ingin mempertahankan stimulusnya. Rupiah juga akan menunggu data inflasi yang akan muncul di akhir pekan ini. Jika datanya bagus, maka efeknya akan menyelimuti rupiah, yang akhirnya memberikan stimulus positif,” ungkap Yulia kepada Metrotvnews.com, Selasa 30 Mei 2017.

Hingga perdagangan siang ini, rupiah masih berada posisi tertekan di level Rp13.335 per USD. Padahal perdagangan tadi pagi berada di posisi Rp13.320 per USD. Posisi penutupan kemarin juga mengalami pelemahan.

Tingkat rupiah bisa kembali terjun ke bawah, lanjut Yulia, jika data tenaga kerja AS lebih baik dari pada ekspektasi pasar. Paling tidak, rupiah akan terjungkal ke posisi Rp13.400 per USD.

Mengamati kondisi tersebut, pelaku pasar harus sudah mengantisipasi ketika rupiah berubah drastis dari posisi saat ini. “Begitu juga indeks global dan indeks Wall Street yang nantinya bisa melemah juga maka akan memberi pengaruh besar bagi rupiah,” sebut Yulia.

Yulia memprediksi, hingga akhir tahun ini, mata uang rupiah sendiri diprediksi bisa kembali ke posisi Rp13.200 per USD. Hal itu akan dibantu oleh banyak sentimen positif. “Sentimen itu sendiri kita masih belum lihat, hanya saja rasa optimistis masih tetap ada agar rupiah kembali menguat,” tutup Yulia.

(AHL)

Copyright : metrotvnews.com