Humor satir terkait ‘pelurusan sejarah’ Gaj Ahmada

KEMDIKBUD.GO.IDHak atas foto KEMDIKBUD.GO.ID
Image caption Salah-satu situs peninggalan bersejarah di kawasan Trowulan, Jawa Timur, yang diyakini dulunya merupakan bagian Kerajaan Majapahit.

Seperti kebanyakan hal-hal yang menjadi viral, perbincangan soal Gaj Ahmada diawali dengan satu unggahan kontroversial. Dan di Facebook, ini mungkin diawali dari unggahan pengguna bernama Arif Barata yang berjudul, “Meluruskan sejarah!!!”

Dalam tulisan yang diunggah 13 Juni lalu itu, dia mengutip sebuah hasil riset yang menyebut bahwa Gajah Mada adalah seorang muslim bernama Gaj Ahmada dan pendiri Majapahit yaitu Raden Wijaya sebetulnya juga seorang Muslim. Unggahan ini dibagikan lebih dari 12.000 kali dan kemudian dikopi mentah-mentah dibanyak situs dan blog.

Di Twitter, kehebohan dipicu oleh cuitan akun pendukung paham garis keras @maspiyuu, 14 Juni, lalu yang berisi (seperti biasa) kalimat sensasional. “Meluruskan sejarah!!! Kesultanan Islam Majapahit & Patih Muslim Gaj Ahmada (Gajah Mada),” katanya disertai dengan tautan situs yang mencatut tulisan Arif Barata di Facebook.

Namun tampaknya upaya ‘pelurusan sejarah’ ini langsung patah di tengah jalan.

“Bangsa kita ini benar-benar tidak produktif,” cuit pengamat politik Syamsuddin Haris. “Kemarin debat soal pribumi dan non pribumi, kafir dan tidak kafir. Sekarang Gajahmada alias Gaj Ahmada. Kapan kita maju?”

Lainnya menghubungkan perbincangan ini dengan berbagai pemikiran lain yang dianggap aneh. “Sebagain umat Islam itu aneh, setelah umat Islam yang memilih Ahok dikafirkan, hari ini vaksin diharamkan dan Gajahmada di Islamkan,” kata @rachmatiwan.

Hak atas foto TWITTER
Hak atas foto TWITTER

Dijawab satir

Namun bukan netizen namanya jika merespons teori ini dengan opini yang selalu serius. Seperti kata @kzahras, “tolong tidak usah meributkan masalah Gaj Ahmada. Ini tuh bulan puasa, bulannya Gaj Ahduduk.”

Tapi mungkin pengguna Facebbok dengan nama Muhammad Zazuli jadi juara humor satir – kalau memang ini dilombakan.

Dalam unggahan yang dibagikan lebih dari 2.000 kali, dia menjelaskan lebih dalam tentang ‘fakta Gaj Ahmada.’

Misalnya soal ungkapan berbahasa Inggris, OMG yang ternyata singkatan dari “Oh Mai Gaj” – merujuk pada Patih Gaj Ahmada, katanya. Dan konon, sambung Zazuli, Mas Gaj ini pernah berkunjung ke Thailand sehingga kini Thailand juga dikenal sebagai Negeri Gaj Ahputih.

“Doremon sebelum murtad nama aslinya juga Durahman. Begitu juga temen-temen Doremon itu juga punya nama islami seperti Dorami (Nurzahmi), Nobita (Zulfita), Suneo (Syahudin), Jayen (Jaelani) dan Shizuka (Siti Zukhaeroh). Biara Shaolin itu dulunya juga namanya biara Sholihin (awalnya si Sholihin ini suka tinggal di biara),” sambungnya.

“Bahkan Donald Duck dan Mickey Mouse pun sebenarnya adalah nama rekayasa yang setelah dicuri kemudian diakui oleh dunia Barat serta diubah dari nama aslinya yang adalah Dzun al Dagh dan Mikhya Mahussa. Pencipta aslinyapun sebenarnya bukan Walt Disney tapi Wal Disniyyah yang sudah ada sejak abad hula-hula…..”

Hak atas foto TWITTER

Unggahan-unggahan awal soal Gaj Ahmada spesifik menyebut judul buku Kesultanan Majapahit (Fakta dan Sejarah yang Tersembunyi) yang disusun oleh Herman Janutama sebagai sumber.

Penulis ini dalam beberapa pemberitaan disebut menyanggah bahwa buku tersebut memuat nama Gaj Ahmada, melainkan Gajah Ahmada. Walau dalam risetnya memang mengklaim bahwa sang Maha Patih Majapahit adalah penganut Islam, dengan berdasarkan catatan silsilahnya.

Kepada Tirto.id, Ketua Tim Kajian Kesultanan Majapahit, Ryanto Tri Nugroho, juga mengatakan pihaknya mengklaim memiliki dasar kuat walau metode riset dan kesimpulannya berkebalikan dengan studi sejarah dan antropologi mainstream.

Sejumlah pakar dipertanyakan riset ini karena dianggap tidak berdasarkan bukti-bukti yang kuat.

Hak atas foto TWITTER
Image caption Bagaimana menurut pendapat Anda?

Copyright : bbci.co.uk