Ibukota Afghanistan Diguncang Serangan Bom, Sedikitnya 90 Tewas

Sebuah ledakan bom mengguncang Kabul, Rabu pagi (31/5). Serangan truk bermuatan peledak di kawasan diplomatik di ibukota Afghanistan tersebut menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai lebih 300 lainnya.

Seorang pejabat keamanan mengatakan jumlah korban itu ke VOA dan meminta namanya dirahasiakan. Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Wahidullah Majroh, mengatakan bahwa jumlah korban tewas mencapai 80 orang dan kemungkinan akan meningkat.

Ledakan itu menghantam kawasan Wazir Akbar Khan, yang menjadi lokasi misi-misi diplomatik asing dan kantor-kantor pemerintahan. Puluhan kendaraan dan bangunan-bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan. Laporan-laporan pendahuluan menyebutkan, bom itu disembunyikan dalam truk tangki air.

Target serangan itu belum diketahui jelas. Ledakan terjadi di kawasan yang tidak jauh dari Kedutaan Besar Jerman. Namun, bangunan yang paling rusak parah adalah kantor pusat Roshan, penyedia jasa telekomunikasi terkemuka di Afghanistan.

Pasukan Keamanan Afghanistan segera menutup kawasan tersebut, dan pasukan internasional juga tiba di lokasi kejadian untuk membantu usaha-usaha penyelamatan.

Dua stasiun televisi Afghanistan melaporkan ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok teroris yang berbasis di Suriah itu dalam beberapa bulan terakhir telah mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap target-target penting di Afghanistan, termasuk serangan bunuh diri maut di sebuah rumah sakit militer terbesar negara itu di Kabul yang menewaskan sedikitnya 50 orang, termasuk tentara dan dokter. [ab/as]

Copyright : voaindonesia.com