Indahnya Pertemuan Warga Tionghoa dan Jawara Jaga Kampung di Gedung Juang Tambun Bekasi

Lihat Juga:

BEKASI, PJ – Ini moment sangat bersejarah terjadi di Gedung Juang Tambun Jalan Hassanudin Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Kamis (1/6/2017) malam lalu.

Warga Tionghoa se Kabupaten Bekasi beramai-ramai bertemu dengan ratusan Jawara Jaga Kampung (Jajaka) dalam suatu upacara hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni 2017. Upacaranya sangat sederhana. Hanya silahturahmi antar-keduanya, saling komunikasi, kangen-kangenan dan berbincang-bincang tentang bagaimana mengedepan Pancasila untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Ketua Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Damin Sada menjelaksan pertemuan di hari yang bersejarah ini akan dijadikan momentum untuk merajut kembali tali silahturahmi antara sesama warga Bekasi. Paling tidak tiap tahun kedua komunitas ini selalu mengadakan pertemuan di Gedung Juang 45 ini. Buat pertemuan saja lalu diisi dengan berbagai acara yang mana penanaman nilai-nilai Pacasila dijadikan tonggak utama tiap pertemuan tersebut.

Ia mengatakan amata penting kita merajut kembali tali silahturahmi antara kedua komunitas ini. Ia mengatakan demikian, bukan berarti antara kedua komunitas ada gesekan sosial yang berarti selama ini. Sama sekali tidak.

Hanya saja, kata Damin Sada, melihat perkembangan sosial politik di Indonesia belakangan ini, dia merasa terpanggil untuk mengajak teman-teman warga Tionghoa di Kotamadya dan Kabupaten Bekasi untuk duduk bersama di gedung bersejarah yakni Gedung Juang 45 Tambun Selatan.

Dia mengatakan sejak dahulu, antara Jajaka dan warga Tionghoa di Kabupaten Bekasi tidak pernah ada gesekan yang meresahkan. Semua berjalan baik dan sangat kekeluargaan. Dia mengatakan demikian sambil menyebutkan, “Tidak ada sejarahnya antara sesama orang Bekasi itu ada masalah.”

Kalaupun ada, sambungnya, isu seperti itu hanya ada di luar Bekasi. Disini, kita tidak pernah seperti itu jelasnya. Dengan adanya pertemuan ini, ia berharap kedepannya sesama warga Bekasi bisa bekerjasama dalam berbagai hal yang sifatnya positif, seperti menjaga keamanan, kondusifitas dan toleranasi antar warga.

“Insya Allah, pertemuan ini menjadi titik awal untuk seterusnya antara keduanya bisa saling bertemu dalam acara serupa untuk mengimplementasi Pancasila dalam kehidupan bersama di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Sementara itu perwakilan dari warga Tionghoa, Rony Hermawan mengatakan pertemuan di hari lahirnya Pancasila ini diharapkan kerukunan antar warga Bekasi dapat terus terjaga. Negara kita adalah negara yang ditakdirkan berbeda-beda suku, ras, dan agama, sehingga kita harus terus mempertahankan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia katanya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan adalah sebuah ramhat dan perlu dijaga oleh seluruh warga Indonesia khususnya bagi warga Bekasi. “Sehingga persoalan di daerah-daerah lain, di tingkat nasional jangan dibawa-bawa ke Bekasi. Bekasi rukun, damai, aman dan semua masyarakatnya kompak bersaudara,” pungkasnya. [PJ/Mike Wangge]

Copyright : porosjakarta.com