Indonesia-Luksemburg Perluas Peluang Kerja Sama Perbankan Syariah

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima Menlu Luksemburg Jean Asselborn. Pembahasan mengenai kerja sama ekonomi menghiasi pertemuan.

Kunjungan Asselborn ke Indonesia bukanlah yang pertama kalinya. Pada 2008 lalu, dirinya juga pernah ke Jakarta dan kunjungan hari ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dan Luksemburg untuk meningkatkan hubungan bilateral.

Kedua menlu membahas peningkatan signifikan dalam perdagangan. Selama 2015-2016 ada peningkatan investasi hingga 170 persen.

Salah satu hal penting lainnya adalah pengiriman investment roadshow Indonesia ke Eropa, termasuk ke Luksemburg pada 2017. Sementara Luksemburg akan mengirim misi usaha ke Indonesia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara.

“Kami juga memiliki ASEANB-EU comprehensive economic partnership agreement. Sejauh ini ada dua negosiasi dan yang ketiga akan diadakan September 2017. Selama pertemuan, Indonesia juga menyampaikan concern tentang kampanye dan diskriminasi terus menerus terhadap minyak kelapa sawit Indonesia. Kita minta Luksemburg untuk mendorong sikap yang adil and non diskriminasi terhadap minyak kelapa sawit Indonesia,” jelas Menlu Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri, Selasa 30 Mei 2017.

“Kita juga diskusi potensi kerja sama keuangan, khususnya perbankan syariah, karena potensi untuk kerja bersama. Kita juga bahas kondisi di Eropa dan Asia Tenggara dan kita sepakat untuk saling dukung dalam pengajuan keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Luksemburg mengajukan diri sebagai anggota tidak tetap nanti 2031-2032,” sebut Menlu. 

Perbankan Syariah

Sementara Menlu Asselborn menyebutkan bahwa meskipun negaranya kecil tetapi menjadi pusat keuangan yang cukup penting.

Asselborn menyebutkan negaranya membangun mekanisme keuangan yang mampu membantu investasi untuk proyek biomassa dan berbagai bentuk lainnya.

“Luksemburg menjadi pusat untuk keuangan Islam di Eropa. Selain itu negara kami juga menjadi pemain penting dalam konektivitas digital. Kami mendiskusikan kontribusi Indonesia dalam meningkatkan konektivitas dari negara yang luas ini,” tegas Menlu Asselborn.

Selain itu Menlu Asselborn merasa senang bisa membantu Indonesia untuk mengawasi wilayah perairan melawan pencurian ikan. Kedua negara juga menghadapi tantangan yang sama dalam melawan intoleransi.

“Menlu Retno dan saya berdiskusi mengenai perkembangan di Indonesia dan saya senang dengar bahwa Pemerintah Indonesia terus membangun pengertian di antara masyarakat yang beragam,” pungkasnya.

“Kita menghadapi tantangan yang sama seperti di Eropa. Kami berdeterminasi untuk melawan siapapun yang berupaya menyebarkan intoleransi,” papar Menlu Asselborn.

Dirinya juga mengakui perkembangan positif Indonesia dalam hak asasi manusia (HAM) dan transisi yang sukses ke demokrasi. Asselbor menambahkan, jelas bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen atas masyarakat yang plural dan menghormati minoritas.

Asselborn menegaskan, sebagai negara mayoritas berpenduduk Muslim dan budaya yang beragam, Indonesia berperan besar untuk mempromosikan sikap plural, harmoni dan toleransi kepada pihak lain.

(FJR) Copyright : metrotvnews.com