Ini Alasan Darmin Bakal Batasi Minimarket

Jakarta – Pemerintah dalam menerapkan kebijakan pemerataan ekonomi akan membuat aturan baru agar perekonomian tersebar dan dapat dirasakan masyarakat secara merata.

Salah satu aturan tersebut adalah mengenai pembatasan kepemilikan satu korporasi atau investor dalam sebuah jaringan minimarket di Indonesia. Tidak hanya kepemilikan, aturan ini juga akan mengatur soal zonasi dan penggunaan merek suatu barang yang diperdagangkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, aturan ini akan mengatur zonasi minimarket dengan pasar tradisional.

Tujuannya, kata Darmin, agar eksistensi pasar tradisional tidak tergerus oleh hadirnya minimarket yang sekarang sudah banyak terbangun berdekatan dengan lokasi pasar tradisional, bahkan berada di pemukiman warga.

“Ada zonasi juga, artinya itu akan ada aturan bahwa pasar modern, pasar minimarket itu ke depan dibolehkan di jalan kelas jalan tertentu, tidak masuk ke pemukiman,” kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Sedangkan aturan pembatasan merek, kata Darmin, tujuannya agar produk-produk UKM juga tetap memiliki daya saing dan dapat berkompetisi. Pemerintah akan mengatur pembatasan merek dengan melakukan pembahasan berasam BPOM dan Badan Standarisasi Nasional (BSN).

“Jangan sampai merek sendiri yang mendominasi, supaya pabrik lain termasuk UKM bisa masuk ke situ, tetapi tidak sesederhana itu persoalannya, karena kita harus mempelajari juga aturan yang ada BPOM, maupun di BSN, kita ingin supaya UKM kita tidak sulit memenuhi,” tambahnya.

Mantan Dirjen Pajak ini mengungkapkan, aturan pembatasan mengenai minimarket ini masih dalam tahap penyelesaian di Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang nantinya akan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres). Aturan ini diharapkan dapat selesai pada tahun 2017.

Inti dari aturan ini, lanjut Darmin, melindungi eksistensi pasar-pasar tradisional tanpa harus menghalangi ekpansi atau penambahan gerai minimarket.

“Pokoknya tidak akan lebih jelek dari sekarang, bisa lebih baik bisa sama, tapi tunggu dulu, kita bahas dulu, pokoknya tidak mengurangi kesempatan mereka tapi tetap rasionya akan ada aturan mainnya,” tutupnya. (mkj/mkj)

Copyright : detik.com