Inilah Fakta-Fakta Serangan Teror di London Bridge

Polisi menembak mati ketiga pelaku serangan yang menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya di London Bridge, Sabtu malam (3/6). Polisi Inggris hingga kini masih melakukan pengusutan dan pengejaran intensif terhadap jaringan pendukungnya. Serangan di London terjadi 12 hari setelah serangan bom di Manchester. Berikut fakta-fakta yang diketahui hingga saat berita ini diturunkan.

Pukul 10:08 malam waktu setempat, polisi menerima laporan lewat telepon mengenai mobil van yang menabraki pejalan kaki di London Bridge. Disusul dengan laporan adanya aksi penusukan yang dilakukan beberapa orang di Borough Markets di sisi selatan jembatan itu.

Polisi bersenjata dengan cepat dikirim ke lokasi. Dalam waktu delapan menit sejak panggilan darurat pertama masuk, polisi berhasil menewaskan ketiga pelaku. Mereka kelihatan memakai rompi dengan bahan peledak, namun kemudian diketahui rompi tersebut hanya tipuan.

Infografik Karte Terroranschlag in London ENG

Denah lokasi serangan teror di London Bridge dan sekitarnya

Delapan anggota kepolisian bersenjata dikerahkan ke lokasi, mereka melepaskan sekitar 50 tembakan. Seorang pejalan kaki di dekat pelaku juga terkena tembakan, namun lukanya tidak kritis.

Tujuh orang tewas dan 48 lainnya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Dari korban yang cidera, 36 orang masih dirawat di rumah sakit, 21 dari mereka ada dalam keadaan kritis.

Diantaranya yang luka-luka ada seorang polisi lalu lintas, yang pertama kali mendekati lokasi serangan. Dia menderita tikaman pada wajah dan kakinya. Juga seorang polisi yang saat itu tidak bertugas terluka.

Britannien London - Terroranschlag (Getty Images/AFP/D. Leal-Ollivas)

Polisi London melumpuhkan para penyerang delapan menit setelah ada laporan serangan teror

Di antara yang tewas ada seorang warga Kanada dan seorang warga Perancis. Tujuh warga Perancis lainnya mengalami luka-luka, satu orang masih dinyatakan hilang. Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maizière mengatakan, dua warga Jerman menjadi korban serangan di London. Satu diantaranya menderita luka berat. Seorang warga Spanyol dan seorang warga Australia juga dilaporkan cidera.

Hari Senin pagi (5/6) polisi melakukan penggerebekan dan menangkap “sejumlah orang” di bagian timur kota London. Sebelumnya polisi sudah menahan 12 orang.

Tujuh perempuan dan empat pria berusia antara 19 sampai 60 tahun ditahan hari Minggu (4/6), seorang pria berusia 55 tahun kemudian dilepaskan lagi, kata polisi. Mobil van putih yang digunakan pelaku baru-baru ini disewa oleh salah satu pelaku.

Brandenburger Tor in britischen Nationalfarben angestrahlt (Picture-Alliance/dpa/J. Carstensen)

Ungkapan solidaritas untuk London di berlin, Jerman

Polisi London mengatakan akan mengerahkan lebih banyak petugas untuk berpatroli dan mengamankan perkantoran dan jembatan-jembatan kota. Polisi juga menytaakan mereka sudah mengindentifikasi para pelaku dan akan merilisnya kepada publik “sesegera mungkin”.

Perdana Menteri Theresa May menyebut para pelaku dipengaruhi oleh gerakan “ekstremis Islam”. Kelompok teror ISIS mengklaim mereka yang bertanggung jawab atas serangan Sabtu malam itu.

Kebanyakan jalur kereta bawah tanah di London kembali beroperasi hari Senin setelah operasi dihentikan selama hari Minggu. Banyak penduduk London menyatakan lega, bisa kembali melakukan kegiatan sehari-hari dan berbelanja persediaan makanan.

hp/rn (afp, rtr, ap)

Copyright : dw.com