ISIS Belum Konfirmasi Kematian Pemimpinnya di Afghanistan

Pasukan Afghanistan, dengan didukung koalisi AS, melancarkan beragam operasi melawan ISIS sepanjang 2017. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kabul: Salah satu pemimpin kelompok militan Islamic State (ISIS), Abdul Hasib, tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Afghanistan.

Seperti dikutip BBC, Senin 8 Mei 2017, Hasib meninggal dunia 10 hari lalu dalam operasi pasukan khusus di provinsi Nangarhar timur. Hasib diyakini berada di balik serangan Maret di sebuah rumah sakit militer di Kabul, yang menewaskan sedikitnya 50 orang.

Hingga sejauh ini, ISIS belum mengofirmasi Habib memang tewas dalam serangan.

Bulan lalu, Pentagon mengatakan bahwa Hasib mungkin telah terbunuh dalam sebuah serangan oleh pasukan khusus AS dan Afghanistan.

Dua tentara AS juga tewas dalam serangan tersebut, di dekat sebuah terowongan bawah tanah yang diyakini digunakan ISIS.  

Abdul Hasib ditunjuk sebagai pemimpin ISIS di Afghanistan tahun lalu setelah pendahulunya terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS.

Ekspansi ke Afghanistan dan Pakistan

ISIS mengumumkan bahwa mereka pindah ke Afghanistan dan Pakistan saat mengumumkan Provinsi Khorasan (kadang disebut ISIS-K) pada 2015, dan sejak itu telah melakukan sejumlah serangan mematikan dan berprofil tinggi.

Pada Juli 2016, sebuah serangan bom bunuh diri terhadap sebuah demonstrasi Muslim Syiah di Kabul menewaskan sekitar 80 orang.

Tiga bulan kemudian, dua serangan serupa selama festival keagamaan Syiah Ashura mengklaim sekitar 30 jiwa, dan pada November 2016 sebuah serangan di sebuah masjid di Kabul menewaskan lebih dari 30 orang.

ISIS juga mengklaim sebuah serangan bunuh diri di Pengadilan Tinggi Kabul pada Februari yang menewaskan 22 orang.

(WIL)