Jangan Biarkan Ilija Spasojevic Berjuang Sendirian Di Timnas Indonesia


OLEH    MUHAMMAD RIDWAN


Timnas Indonesia masih belum mampu menampilkan performa impresifnya dalam setiap pertandingan yang dilangsungkan. Meski, berhasil mengalahkan Guyana dengan skor 2-1 akhir pekan lalu, pasukan Garuda sebelumnya mengalami dua kekalahan beruntun saat uji coba kontra Suriah U-23.

Pertama, timnas Indonesia yang bermaterikan pemain U-23 serta tiga orang dari U-19, tumbang dengan skor 3-2 dari Suriah U-23 pada 16 November 2017. Dua hari berselang, tim Merah Putih yang ditambah delapan pilar senior kembali takluk 1-0.

Tren fluktuasi yang ditampilkan timnas Indonesia dari tiga uji coba tersebut dirasa riskan. Mengingat, pada tahun depan armada Luis Milla tersebut bakal terjun di Asia Games dengan target tinggi yang dibebankan PSSI yakni minimal menembus babak semi-final.

Lawan-lawan yang dihadapi dalam pesta olahraga termegah di kawasan Benua Kuning ini juga tidaklah mudah. Timnas Indonesia bakal berhadapan negara kuat seperti Korea Selatan, Korea Utara, Jepang, Tiongkok, Iran, Irak, sampai Arab Saudi.

Oleh karena itu, sejumlah pembenanahan harus dilakukan sebelum Asian Games yang mulai bergulir 18 Agustus 2018. Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan secara baik agar timnas Indonesia dapat mencapai target yang dipatok tersebut.

Bambang Nudiansyah yang sudah malang melintang di dunia sepakbola nasional memberikan pandangannya terkait yang perlu dibenahi timnas Indonesia. Ia menilai kekompakan Evan Dimas serta kolega sudah terbangun tapi masih kurang koordinasi di sektor depan. 

Tak adanya, dukungan dari lini kedua yang membuat timnas Indonesia kerap kali buntu ketika ingin mencetak gol. Buktinya, Ilija Spasojevic yang dipercaya jadi striker tunggal beberapa kali turun hingga ke tengah saat timnas Indonesia kontra Suriah U-23 dan Guyana.

Memang penyerang Bhayangkara FC mampu menjadi pahlawan kemenangan timnas Indonesia lewat dua gol yang dikemas ketika melawan Guyana. Namun, Spaso tak boleh terus menerus berjuangan sendirian untuk menceploskan si kulit bundar.

“Banyak harus dibenahi. Saya pikir lini penyerangan, jangan biarkan Spaso sendirian, sangat sulit kalau tidak ada dukungan dari lini kedua,” kata pria yang karib disapa Banur tersebut. 

“Walau dia pemain yang kuat ketika mendapatkan bola, dia juga berusaha memegang bola, mempertahankan bola, tapi tanpa adanya bantuan lini kedua ya sulit untuk mencetak gol,” ia menambahkan.

Lebih jauh, Banur menuturkan optimistis Milla mampu memperbaiki kekurangan yang ada tersebut. Ini karena ia menilai eks Barcelona tersebut telah membuktikan kapasitas sebagai nahkoda jempolan ketika membawa Spanyol U-21 juara Piala Eropa pada enam tahun lalu.  

“Milla pelatih pengalaman, dia masih mencoba-coba cari strategi dan komposisi yang tepat. Staf pelatih yang dia bawa juga sudah berpengalaman,” ujarnya.

Sumber RSS / Copyright : goal.com