Jokowi: Polemik Sertifikasi Lahan Membuat Indonesia Tertinggal

Presiden Joko Widodo. ANT/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya di Sidang Bersama DPD dan DPRD menyatakan dalam usia 72 tahun merdeka, Indonesia masih dipusingkan dengan urusan sertifikasi lahan yang sampai saat ini belum tuntas. Hal tersebut membuat Indonesia tertinggal dengan negara lain yang sudah membidik angkasa luar.

Permasalahan sertifikat, kata Jokowi, mengakibatkan terjadinya sengketa lahan, baik antarwarga, antarwarga dengan koorporasi maupun antarwarga dengan pemerintah.

Oleh karenanya, melalui kebijakan pemerataan ekonomi berkeadilan, pemerintah melakukan percepatan sertifikasi lahan yang saat ini sudah mencapai 250 ribu bidang.

“Pemerintah juga tengah menjalankan redistribusi tanah untuk masyarakat dan sudah memberikan 707 ribu hektare (ha) kawasan hutan kepada masyarakat adat untuk dikelola secara produktif,” kata Jokowi di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 16 Agustus 2017.

Selain itu, juga sedang dijalankan program perhutanan sosial sehingga rakyat di lapisan 40 persen terbawah mendapatkan akses untuk memanfaatkan hutan bagi kesejahteraan mereka.

Agar bisa menjangkau 40 persen masyarakat terbawah, pemerintah melakukan reformasi kebijakan sehingga subsidi betul-betul lebih tepat sasaran. Pemerintah secara bertahap mensinergikan antar program bantuan sosial serta melakukan pengalihan Beras Sejahtera (Rastra) secara bertahap menjadi bantuan pangan nontunai. 

Selain itu, lanjut dia, keberpihakan pada 40 persen lapisan terbawah juga dilakukan melalui penguatan program-program perlindungan sosial dan perluasan cakupan penerima manfaat.

(SAW)

Copyright : metrotvnews.com