Jonan Minta BPH Migas Pangkas Tarif Distribusi Gas

Jakarta – Menteri ESDM Ignasius Jonan hari ini mengadakan rapat perdana dengan 9 Anggota Komite BPH Migas periode 2017-2022 yang baru dilantik. Dalam rapat tersebut, Jonan menekankan pentingnya efisiensi, khususnya biaya distribusi gas.

Tol fee di pipa gas harus ditekan semaksimal mungkin agar harga gas yang diterima industri dan PLN terjangkau. Kalau tol fee mahal, harga gas di pengguna akhir jadi tak efisien. Akibatnya industri dan PLN jadi kurang berdaya saing.

“Intinya bagaimana harus efisiensi. Bagaimana tol fee itu betul-betul efisien. Kita ingin buat evolusi di bidang migas, khususnya tol fee bagaimana ditiadakan atau istilahnya bagaimana buat lebih kompetitif lah,” kata Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Dalam rapat ini dibahas juga capaian pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari iuran BPH Migas. Jonan senang karena pendapatan dari iuran BPH Migas selalu di atas target.

“Dalam 5 tahun terakhir, BPH Migas itu PNBP cenderung tinggi. Misal target Rp 600 miliar, kita capai Rp 900 miliar. Jadi Pak Menteri itu happy sekali dengan capaian 6 tahun terakhir, karena rata-rata di atas target. Padahal BPH cuman pakai anggaran Rp 200 miliar,” tutur Fanshurullah.

Soal holding BUMN energi juga disinggung sedikit dalam rapat. BPH Migas berpandangan bahwa yang penting adalah efisiensi biaya energi. Pembentukan holding patut didukung kalau memang bisa membuat biaya energi lebih terjangkau.

“Yang jelas kita ingin efisiensi bagaimana badan usaha ini pengelolaannya efisien. Jangan sampai pembebanan di holding dibebankan lagi di operasi maintenance-nya,” pungkas Fanshurullah. (mca/hns)

Copyright : detik.com