Jumlah Angkatan Kerja Bertambah, Namun tak Terserap ke Sektor Produktif

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingkat Angkatan Kerja pada Februari mengalami peningkatan 6,11 juta orang dibanding Agustus 2016. Februari ini angkatan kerja tercatat mencapai 131,55 juta orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) 69,02 persen.

Agustus lalu, jumlah angkatan kerja sebesar 125,44 juta orang dengan TPAK 66,34 persen. Peningkatan juga terjadi jika dibanding periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu jumlah angkatan kerja mencapai 127,67 juta dengan TPAK sebesar 68,06 persen.

“Tingkat partisipasi angkatan kerja selama satu tahun (Februari 2016-Februari 2017) naik 0,96 poin,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat 5 Mei 2017.

Suhariyanto merinci, dari jumlah angkatan kerja tersebut yang bekerja sebanyak 124,54 juta orang, yang terdiri dari 87,00 juta orang pekerja penuh, 28,05 juta orang pekerja paruh waktu dan 9,49 juta orang setengah menganggur. Sedangkan sisanya 7,01 juta orang merupakan pengangguran.


Sumber: BPS

Sementara jika diuraikan menurut sektornya, 39,68 juta bekerja di pertanian, 29,11 juta bekerja di perdagangan, 20,95 juta bekerja di sektor jasa, 16,57 juta bekerja di konstruksi, 5,69 juta bekerja di transportasi, 3,59 juta di sektor keuangan, 1,37 juta di pertambangan dan 420 ribu di listrik gas dan air.

Jika dirinci berdasarkan status pekerjaan, 47,42 juta orang merupakan buruh atau karyawan, 21,85 juta orang merupakan berusaha sendiri, 21,28 juta orang yakni berusaha dibantu buruh tidak tetap, 18,16 juta keluarga atau tak dibayar, 6,02 juta pekerja bebas di nonpertanian, 5,36 juta pekerja bebas di pertanian, 4,45 juta berusaha dibantu buruh tetap.

“Pekerja keluarga itu orang yang bekerja hanya membantu keluarganya, tapi dia bekerja tanpa upah, misalnya saya buka usaha warung, anggota rumah tangga saya ikut membantu tanpa saya gaji itu namanya pekerja keluarga, jadi semakin tinggi pekerja keluarga itu tidak bagus untuk perekonomian kita,” tambah Deputi bidang Statistik Sosial BPS M Sairi Hasbullah.

Sementara menurut jenis kelamin memang masih ada kesenjangan yang tinggi antara partisipasi kerja perempuan dan laki-laki yang mana kaum laki-laki mendominasi. Namun secara keseluruhan, ada peningkatan bagi pekerja perempuan setiap periodenya meskipun penyerapannya ada pada sektor pertanian yang datangnya musiman atau tak sustainable.

“Data kita diserap di sektor pertanian, jadi masa panen itu istri, anak perempuan ikut membantu panen, jadi bukan karena peningkatan di sektor produktif lainnya, pekerja keluarga yang meningkat,” jelas Sairi.

(AHL)

Copyright : metrotvnews.com