Kekasih pelaku penembakan di Las Vegas: Paddock ‘baik, penyayang, pendiam’

Marilou Danley dan Stephen Paddock
Image caption Marilou Danley hidup bersama Stephen Paddock di Nevada.

Kekasih pelaku penembakan di Las Vegas yang menewaskan 58 orang pada Minggu (01/10), mengaku sama sekali tidak tahu apa yang direncanakan pria “baik, penyayang, dan pendiam” itu.

Marilou Danley tiba di Amerika Serikat dari Filipina dua hari setelah kekasihnya, Stephen Paddock, melancarkan serangan dari kamar Hotel Mandalay Bay.

Dalam keterangan yang dibacakan pengacaranya, Danley mengaku Paddock “tidak pernah mengatakan sesuatu kepada saya atau bertindak” yang menandakan bahwa insiden di Las Vegas bakal terjadi.

“Saya mencintainya dan berharap masa depan yang tenang bersamanya,” ujarnya, seraya mengutarakan keterkejutannya atas “aksi kekerasan mengenaskan yang tak terkatakan”.

Hak atas foto Boston 25 News
Image caption Polisi menemukan senjata di kamar hotel yang diinapi Paddock.

Aparat AS menyebut Danley sebagai ‘pihak berkepentingan’ dalam penyelidikan dan perempuan tersebut segera dihubungi sesaat setelah insiden berlangsung.

Danley secara sukarela bertolak ke Los Angeles dari Filipina untuk bertemu dengan FBI. Kepergian Danley ke kampung halamannya terjadi dua pekan setelah Paddock tiba-tiba memberikan “tiket murah” agar dia bisa mengunjungi keluarga.

Selagi Danley di Filipina, Paddock mengirimkan uang sebesar US$100.000 (Rp1,3 miliar). Paddock berkata uang itu diberikan agar Danley bisa membeli rumah.

“Saya bersyukur, namun sejujurnya saya risau karena mungkin itu cara dia meminta putus hubungan dengan saya. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa dia telah merencanakan aksi kekerasan terhadap siapapun,” sebut Danley sebagaimana diutarakan pengacaranya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pesawat Air Force One meninggalkan Las Vegas, melewati jendela kaca kamar Hotel Mandalay Bay yang pecah dan yang digunakan penembak.

Saudari kandung Danley memaparkan dugaannya kepada laman berita Australia, 7News, bahwa Danley “sengaja disuruh menjauh (oleh Paddock)…sehingga dia tidak di sana untuk mencampuri rencananya.”

Paddock menginap di lantai 32 Hotel Mandalay Bay pada 28 September, menggunakan beberapa dokumen identitas Danley.

Pada 1 Oktober, pukul 22.08 waktu setempat, Paddock melepaskan tembakan secara acak ke kerumunan penonton festival musik country. Selama sembilan hingga 11 menit berikutnya, dia menewaskan 58 orang dan mencederai lebih dari 500 lainnya.Setelah itu, Paddock menembak dirinya hingga tewas.

Presiden AS Donald Trump menyebut Paddock “orang sakit, orang gila”, namun menolak menyebut peristiwa penembakan di Las Vegas sebagai terorisme domestik.

Seorang pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengungkap kepada kantor berita Reuters bahwa “tiada bukti” Paddock mengidap “sakit jiwa atau cedera otak”.

Sumber RSS / Copyright : bbci.co.uk