Kemenkeu Harap DPR Segera Bahas RUU KUP

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap mengharapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) bisa dibahas dan diselesaikan tahun ini oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR (RI).

“Ya tentu the sooner the better. Kita harapkan kalau bisa tahun ini maka lebih baik,” kata Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto, kepada Metrotvnews.com, ketika ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis 1 Juli 2017.

Hadiyanto mengatakan revisi KUP menjadi penting sebab berhubungan dengan reformasi yang saat ini sedang dijalankan, baik itu reformasi substansi, institusional, bisnis proses dan IT. Dirinya mengklaim bahwa RUU KUP sangat ditunggu-tunggu tak hanya oleh pemerintah namun juga oleh masyarakat.

“Masyarakat juga ingin lihat buah reformasi yang tercermin dari KUP, misalnya, diatur hak-hak masyarakat terhadap perpajakan, istilah WP jadi pembayar pajak, dan itu mendorong lebih banyak compliance,” jelas dia.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI sepertinya tak akan buru-buru membahas rancangan revisi UU KUP. Sebab dalam masa sidang kali ini tak diselipkan jadwal untuk membahas KUP. Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng mengaku sudah menerima draf namun hingga saat belum bisa membahas karena fraksi belum membuat Faftar Inventarisasi Masalah (DIM).

Sedangkan untuk membuat DIM, terlebih dahulu meski mendengar pandangan dari beberapa stakeholder dan para ahli. Politikus Golkar ini mengatakan RDPU belum dilakukan dan baru akan dibuat penjadwalan setelah Lebaran. Jadwal hingga menjelang Lebaran Komisi XI dipadati oleh agenda fit and propert test DK-OJK serta pembahasan Perppu AEoI.

Dirinya tak bisa menjamin apakah revisi KUP akan bisa dibahas pada masa sidang selanjutnya. Yang terpenting yakni harus dilalui prosesnya terlebih dahulu yakni RDUP, pembuatan DIM, baru dibahas bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku pihak pemerintah yang mengusulkan revisi.

(ABD)

Copyright : metrotvnews.com