Kenaikan Gaji yang Tak akan Pernah Cukup

Jakarta – Periode akhir tahun menjadi masa yang selalu ramai untuk membicarakan gaji. Pertanyaan-pertanyaan seperti “berapa UMP/UMK tahun depan?” dan “apakah gaji saya naik?” biasanya menjadi pertanyaan yang sering dilontarkan.

Bagi para pekerja, kenaikan gaji dan besaran UMP menjadi sesuatu yang sangat vital karena menyangkut bisa/tidak-nya menghidupi anggota keluarga di rumah.

Ambil contoh, salah satunya kenaikan UMP DKI Jakarta yang sedang ramai dibicarakan. Di sisi pekerja, mereka merasa kenaikan upah minimum provinsi yang “hanya sedikit naik” menjadi Rp 3.355.750,- merupakan sesuatu yang mengecewakan.

Tapi keputusan telah dibuat, mau tidak mau, suka tidak suka, kenaikan tersebut mesti diterima dengan lapang dada. Anda termasuk yang setuju atau kecewa?

Meski mayoritas pekerja dibuat “kurang senang” oleh kebijakan ini, tidak ada lagi yang bisa dilakukan karena keputusan kenaikan UMP ini telah di-sah-kan oleh para pembuat kebijakan. Maka, hal yang saat ini harus dilakukan adalah penerimaan dan penyesuaian dalam hal-hal yang berhubungan dengan pengeluaran yang membutuhkan uang.

Untuk menyiasati hal ini, kuncinya mudah, terima gajinya lalu lakukan penyesuaian gaya hidup dengan besaran gaji yang diterima. Gampang bukan?

Bila anda merasa hal tersebut tidak segampang itu, bisa jadi memang tidak segampang itu karena anda tidak terbiasa dengan hal itu. Penerimaan atas sesuatu yang dirasa kurang memihak akan sangat berat terasa, selain itu, penyesuaian pendapatan dengan kebutuhan (dan gaya) hidup yang dimiliki seseorang akan sedikit sulit untuk diterapkan. Ingat, bukan tidak bisa, tapi sulit untuk diterapkan.

Alasannya banyak, bisa karena biaya hidup yang memang meningkat, atau biaya untuk gaya hidup yang juga meningkat. Khusus untuk yang disebutkan terakhir, biaya untuk gaya hidup ini merupakan hal yang sangat menggerogoti cashflow bulanan atau tahunan, tapi tidak anda rasakan.

Pernahkah anda merasa hidup seperti itu saja tapi anda tidak memiliki apa-apa? Bisa jadi gaya hidup anda yang jadi masalahnya.

Dirasakan atau tidak, biaya untuk gaya hidup ini adalah sesuatu yang terus meningkat setiap tahunnya. Bukan hanya dari sisi biaya, tapi alokasi anda untuk membiayai gaya hidup anda juga biasanya akan mengingkat seiring dengan pendapatan yang anda dapatkan.

Apalagi bila ditambah dengan kenaikan jabatan, semakin besar-lah kenaikan biaya untuk gaya hidup-nya. Maka tidak aneh bila kenaikan gaji hampir selalu berbanding lurus dengan kenaikan biaya bersenang-senang.

Misalnya, dulu ketika pertama kali jadi karyawan memiliki besaran gaji yang hanya cukup untuk makan, transport, menabung dan nonton satu kali seminggu hidup terasa aman-aman saja. Lalu setahun kemudian anda naik jabatan, dengan alasan tingkat stress yang bertambah maka hiburan juga harus ditambah.

Maka nonton tidak cukup satu kali, tapi setiap ada film baru di bioskop wajib untuk ditonton. Apakah anda termasuk salah satunya?

Itu baru satu sektor saja, belum sektor-sektor lainnya seperti pilihan transportasi anda menuju tempat kerja atau pilihan tempat makan anda, apakah semua itu adalah kebutuhan hidup anda? Ataukah hanya penyesuaian yang anda lakukan karena anda merasa anda ingin melakukan karena anda merasa memiliki kemampuan untuk membayarnya?

Sehingga, bila hal ini yang selalu anda lakukan, berapapun kenaikan gaji yang anda terima, tidak akan pernah cukup bagi anda.

Idealnya, bukan gaya hidup yang selalu naik seiring dengan kenaikan gaji yang diterima, tapi baiknya biaya-biaya untuk gaya hidup (dan bersenang-senang) tidak dianggarkan terlalu besar.

Bukan berarti perencana keuangan melarang anda untuk bersenang-senang, namun harus diingat bahwa ada hal-hal mendasar lainnya yang memang memerlukan dana yang cukup besar seperti kebutuhan bulanan.

Bilapun ternyata anda memang mendapatkan kenaikan gaji yang cukup lumayan dan anda masih memiliki sisa setelah anda memenuhi kebutuhan hidup anda, maka yang harus ditingkatkan adalah investasi bulanannya.

Setelah itu, barulah sisanya anda gunakan untuk bersenang-senang karena bersenang-senang bukan hal yang harus ditinggalkan.

Belajar yuk dikelas dan workshop cara mengelola gaji bulanan. Info bisa dilihat berikut ini. Untuk workshop Kaya Raya Dengan Reksadana dibulan November bisa dibuka di sini https://bit.ly/WRD1117.

Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info buka di sini https://bit.ly/CPM1117. Yang di Surabaya bisa cek info workshop di sini https://bit.ly/PMSBY17 dan di sini https://bit.ly/RDSBY12.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya, info buka di sini https://bit.ly/BFP1117 dan https://bit.ly/ADV1217.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini t.me/seputarkeuangan.

Sekali lagi, mudah kan?

Chao! (ang/ang)

Sumber RSS / Copyright : detik.com