Komite dan Siswa Al Muhajirin RBS Buka Puasa Bersama 100 Anak Yatim Piatu

Siswa Al Muhajirin buka bersama anak Yatim Piatu, Komplek Pelindo II, Oxford RBS Koja Jakarta Utara. (foto/Zaki-PJ)

Lihat Juga:

KOJA, PJ – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Muhajirin Oxford Rawa Badak Selatan (RBS) menyelenggarakan buka bersama dengan 100 anak Yatim Piatu. Jumlah 100 anak yatim itu diambil 5 orang dari RT sekitar sekolah Al Muhajirin, Rawa Badak.

Buka bersama ini sebelumnya diisi dengan berbagai lomba yang diselenggarakan sejak kemarin, seperti, fashion show, cerdas cermat, dacil, kaligrafi, mewarnai gambar dan lain-lain.

“Acara ini sudah sering kami selenggarakan setiap tahun, buka bersama sekaligus menyantuni anak yatim piatu, “ujar Maharani, pada porosjakarta.com, Kamis (8/6/2017).

Sudah menjadi kebiasaan sekolah Al Muhajirin, setiap tahun menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa itu digerakkan oleh Romy Sumarlin, SE, selaku Ketua Komite Sekolah, Maharani (39) sebagai Ketua Pelaksana Buka Bersama serta Wakil Komite Bunda Hanif (47).

Para siswa dan orang tua murid juga ikut buka bersama dengan tujuan, membangun kebersamaan. Membangun jiwa anak agar mereka menjadi orang yang memiliki kepedulian sesama.

Berbagi dengan anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa di Sekolah Al Muhajirin, Komplek Pelindo II, Oxford, Rawa Badak Selatan Koja Jakarta Utara. Kamis (8/6/2017). (foto/Zaki-PJ)

Orang yang disantuni mungkin mereka adalah orang yang kurang beruntung. Dengan demikian, atas kerelaan orang tua murid yang memiliki kelebihan bisa berbagi pada yang lainya.

“Nah, bulan puasa adalah bulan yang penuh rahmat, bulan mencari keberkahan. Dan ini adalah momentum kita berbagi kepada yang membutuhkan, “ujarnya.

Sebenarnya, acara buka bersama dengan anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini sudah berlangsung 6 tahun dimana, para penyelenggara adalah para orang tua murid yang bekerja sama dengan Sekolah Al Muhajirin.

Maharani (kanan) dan Astuti pada acara buka bersama anak yatim di Sekolah Al-Muhajirin RBS Koja, (foto/Zaki-PJ)

Berbagi dengan keikhlasan itu bukanlah mengurangi harta melainkan dengan amal baik, maka secara tidak langsung rezeki akan mengalir dari segala penjuru.

Dengan ikhlas, diakui Maharani, termasuk rekan-rekannya merasa bahagia bisa berbagi dengan anak yatim. Ia pun mendoakan anak yatim dan kaum dhuafa selalu berbakti pada orang tuanya dan sekolahnya tetap berlanjut.

“Intinya, acara ini dari kita untuk semua, “tandas Maharani singkat. [PJ/Zaki]

Copyright : porosjakarta.com