Krisis Teluk, Rusia Desak Dialog Qatar – Timur Tengah

Minggu, 11 Juni 2017 | 16:07 WIB

Krisis Teluk, Rusia Desak Dialog Qatar - Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. AP/Yves Logghe

TEMPO.CO, Moskow Krisis Teluk hanya bisa dipecahkan dengan dialog antara Qatar dengan negara-negara tetangga di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Sabtu, 10 Juni 2017, ketika menerima rekannya dari Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Moskow.

“Kami telah mengamati dengan seksama berita mengenai eskalasi (krisis Teluk) ini,” ucapnya di depan wartawan.

“Kami tidak bahagia dengan situasi ketika hubungan di antara rekan-rekan kami memburuk. Kami mendukung krisis Teluk diselesaikan melalui dialog.”

Sejumlah negara Arab termasuk Bahrain, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, Senin, 6 Juni 2017, karena negeri itu dianggap memberikan dukungan dan mensponsori kelompok-kelompok ekstrimis. Pemutusan hububungan ini menimbulkan krisis Teluk.

Baca: Dikeroyok Arab Saudi Cs, Qatar : Kami Tak Akan Menyerah

Lavrov mengatakan, Rusia siap melakukan apapun sesuai dengan kemampuan untuk membantu menyelesaikan kriris Teluk dan menyatukannya guna melawan terorisme.

AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN

Copyright : tempo.co