Laporan Paradise Papers: Lembaga pribadi Ratu Elizabeth investasi di ‘luar negeri’

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Ada lima cara menyembunyikan dana di luar negeri.

Sekitar £10 juta atau Rp177 miliar uang pribadi Ratu Elizabeth diinvestasikan di luar negeri, seperti terungkap dalam dokumen-dokumen yang bocor.

Duchy of Lancaster -yang memberi pemasukan kepada Ratu- memiliki dana di Kepulauan Cayman dan Bermuda, yang menerapkan pajak rendah atau sama sekali bebas pajak.

Sejumlah kecil masuk ke dalam perusahaan di belakang BrightHouse, sebuah jaringan eceran yang dituduh menyalurkan pinjaman tidak bertanggung-jawab, dan Threshers, perusahaan gagal yang menunggak utang pajak Inggris sebesar £17,5 juta atau sekitar Rp310 miliar.

Hak atas foto BBC Panorama
Image caption Juru bicara Duchy of Lancaster -lembaga pribadi Ratu Elizabeth- menegaskan ‘semua investasi sepenuhnya diaudit dan sah.’

The Duchy mengatakan yang di BrightHouse kini setara dengan £3.208 atau Rp56 juta dan mereka tidak terlibat dalam keputusan investasi.

Ditambahkan bahwa mereka tidak menyadari jika perusahaan itu masuk dalam daftar investasi mereka.

Kepala keuangan dari lembaga bernilai £500 juta itu, Chris Adcock, mengatakan kepada BBC, “Strategi investasi kami didasarkan pada saran dan rekomendasi dari konsultan investasi dan alokasi aset yang tepat… “

“The Duchy hanya berinvestasi dalam dana ekuitas swasta dengan rekomendasi kuat dari konsultan investasi kami.”

Juru bicara Duchy of Lancaster menambahkan, “Kami mengoperasikan sejumlah investasi dan beberapa di antaranya adalah dana luar negeri. Semua investasi kami sepenuhnya diaudit dan sah.”

“Ratu secara sukarela membayar pajak untuk semua pendapatan yang diterimanya dari Duchy.”

Reputasi Duchy

Rincian atas investasi Duchy muncul sejalan dengan Laporan Surga Pajak -berupa bocoran 13,4 juta dokumen beberapa perusahaan, termasuk Appleby, salah satu firma hukum luar negeri.

Dua perusahaan, tempat Duchy berinvestasi, berada di wilayah luar Inggris yang tidak memperlakukan pajak perusahaan dan menjadi pusat dari industri keuangan luar negeri.

Namun Duchy mengatakan tidak menyadari tentang keuntungan pajak dari investasi dana di luar negeri tersebut dengan menambahkan bahwa strategi pajak bukan bagian dari kebijakan investasi lembaga itu.

Dokumen-dokumen memperlihatkan Duchy of Lancaster menaruh £5 juta ke Jubilee Absolute Return Fund Limited di Bermuda in 2004, dengan investasi yang berakhir pada 2010.

Tahun 2005, Duchy sepakat menaruh US$7,5 juta ke Dover Street VI Cayman Fund LP.

Hak atas foto Panorama
Image caption Ada cara untuk menghindari pembayaran pajak di satu negara dengan membuat perusahaan di luar negeri.

Dokumen-dokumen memperlihatkan dana itu diinvestasikan untuk perusahaan-perusahaan medis dan teknologi.

Hubungan dengan BrightHouse -jaringan ritail ‘pinjam untuk beli’- dimulai tahun 2007 ketika perusahaan Amerika Serikat yang mengelola dana meminta Duchy menyumbang US$450.000 untuk lima proyek, termasuk pembelian dua toko ritail di Inggris.

Hal itu termasuk untuk perusahaan ekuitas swasta yang berkantor di London, Vision Capital, perusahaan yang membeli 100% BrightHouse dan merupakan pemilik 75% jaringan toko penjual minuman alkohol, Threshers.

Di bawah pemilik barunya, neraca keuangan Threshers penuh dengan utang dan tidak membayar pajak perusahaan selama dua tahun. Ketika perusahaan itu ambruk pada Oktober 2009, sekitar 6.000 orang kehilangan pekerjaan.

Mayoritas investasi Vision Capital di BrightHouse belakangan berakhir di sebuah perusahaan yang bermarkas di Luksemburg yang mulai membayar pajak perusahaan yang lebih kecil di Inggris.

Hak atas foto AFP
Image caption Anggota Partai Buruh, Margaret Hodge, berpendapat para penasehat investasi membuat reputasi Ratu menjadi buruk.

Bulan lalu, otoritas keuangan Inggris, Financial Conduct Authority, mengatakan BrightHouse -yang umumnya menjual produk elektronik dan perabotan kepada masyarakat berpenghasilan kecil lewat angsuran mingguan- tidak berperilaku sebagai ‘peminjam yang bertanggung jawab’ dan memerintahkan membayar ganti rugi sebesar £14,8 juta atau sekitar Rp262 miliar kepada 249.000 penggunanya.

Duchy mengatakan investasinya di dana Kepulauan Cayman akan berakhir tahun 2019 atau 2020 dengan proporsi sekitar 0,3% dari nilai total lembaga itu sementara bunga dari BrightHouse setara dengan 0,0006% dari kekayaan. Duchy tidak memberikan angka untuk bunga di Threshers.

Vision Capital mengatakan ‘mematuhi semua undang-undang dan peraturan serta membayar pajak penuh dan tepat waktu. Semua dugaan yang bertentangan adalah salah.”

Laporan tahunan Duchy mengatakan ‘memberikan pertimbangan berkelanjutan terkait dengan tindakan atau kelalaian yang dapat berdampak buruk pada reputasi Duchy atau Yang Mulia Ratu’.

Anggota Partai Buruh, Margaret Hodge, yang merupakan mantan Ketua Komite Akun Umum mengatakan ‘sangat marah’ dengan para penasehat investasi Ratu dengan berpendapat mereka membuat reputasi Ratu menjadi buruk.

“Amat jelas bahwa jika Anda mengelola dana kerajaan, Anda harus benar-benar lebih bersih dari bersih dan Anda harus tidak pergi ke uang kotor penyucian uang, penghindaran pajak, penggelapan pajak, atau menghasilkan uang dengan cara-cara yang meragukan.

Model bisnis dari BrightHouse sudah lama menjadi perhadian dengan laporan parlemen Inggris tahun 2015 menyebutkan perusahaan itu menetapkan bunga sampai 94%.

Sumber RSS / Copyright : bbci.co.uk