Marak Investasi Bodong Karena Masyarakat Ingin Cepat Kaya?

Jakarta – Satuan tugas (satgas) waspada investasi pekan lalu menghentikan lagi 5 entitas yang terindikasi investasi bodong. Penghentian dilakukan, karena entitas tersebut menawarkan imbal hasil atau produk usaha yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan ramainya praktik investasi bodong di Indonesia terjadi karena banyaknya masyarakat ingin cepat kaya.

“Mau kaya dan dapatkan untung yang cepat tapi tidak memikirkan risiko,” kata Tongam kepada detikFinance, Senin (25/9/2017).

Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang tergiur dengan penawaran investasi bodong ini. Misalnya, perusahaan menawarkan imbal hasil investasi sampai 10% per bulan.

“Inikan penawarannya tidak masuk akal, mereka ditawarkan bunga 10% sebulan tanpa risiko. Investasi itu makin tinggi return makin tinggi risikonya,” ujar dia.

Dia mencontohkan saat ini tingkat bunga deposito saja paling tinggi 6% jadi penawaran 10% hingga lebih dinilai tidak masuk akal.

“Jangan salah, korban penipuan berkedok investasi ini tak hanya dari kalangan kurang terpelajar tapi juga orang berpendidikan, jadi ini PR kita,” ujarnya.

Dia mengatakan, satgas waspada investasi bekerja sama dengan lembaga terkait untuk gencar mengedukasi masyarakat terkait investasi bodong ini. (mkj/mkj)

Sumber RSS / Copyright : detik.com