Pendapatan Nelayan Semakin Menurun

Metrotvnews.com, Garut: Sebanyak 300 perahu milik nelayan berada di Pelabuhan Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat sudah delapan bulan tidak lagi digunakan untuk menangkap ikan. Pasalnya, hasil tanggapan yang dilakukannya mengalami penurunan secara drastis hingga mereka secara bertahap berpindah profesi sebagai pekerja bangunan dan lainnya memperbaiki jaring.

“Hasil tanggapan yang dilakukan para nelayan biasanya satu kali menangkap ikan membawa 1 kwintal sampai 1 ton, tetapi musim yang kurang menentu terkadang penghasilan mereka kurang karena cuaca kurang memungkinkan mulai dari hujan dan gelombang laut cukup tinggi. Sedangkan dari jumlah tersebut rata-rata satu dan dua perahu nelayan memaksakan diri untuk melaut terutama untuk kebutuhan sehari-hari membeli beras,” kata bandar ikan, Lilis Haryanti, Minggu 21 Mei 2017.

Anjloknya hasil penangkapan ikan tidak hanya dirasakan oleh nelayan Rancabuaya tetapi sepanjang Pantai Selatan di Jawa Barat sama mengalami penurunan mulai dari Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah dan Pantai Barat Pangandaran. Sementara para nelayan yang biasanya melaut sekarang ini hanya bisa menyandarkan perahunya ke daratan agar tidak terbawa gelombang, tapi ada beberapa orang memaksakan diri melaut guna menghidupi keluarganya.

“Pendapatan dan pengeluaran yang dihasilkan para nelayan sekarang ini tidak seimbang dan juga tidak mencukupi bagi keluarga. Karena, hasil tangkapan ikan yang dijual ke tempat penampungan ikan (TPI) hanya untuk membeli beras saja buat keluarga tetapi banyak nelayan lainnya telah beralih profesi seperti menjadi tukang bangunan dan mengojek,” tuturnya.

Sementara seorang nelayan, Erwan, 45, mengungkapan hasil tangkapan ikan pada musim panas memang cukup bagi kehidupan nelayan terutama penghasilan mereka bisa membawa rizki bagi keluarga dan anak-anak mereka tetapi pada musim hujan dan gelombang cukup besar penghasilan menurun drastis katena hasil tangkapan ikan sulit dilakukan.

“Kalau lagi musim panas beberapa jenis ikan juga didapatkan, tetapi sekarang ini nelayan kalah dengan musim hujan dan gelombang laut tinggi hingga rata-rata nelayan yang melaut dari malam hari hingga siang hanya bisa menghasilkan 10 kilogram saja dan banyak nelayan beralih profesi mulai dari jadi laden bangunan, tukang tembok dan banyak yang bekerja di Jakarta terutama bangunan,” paparnya.

Erwan mengatakan dirinya hanya bisa memperbaiki jaring sambil menunggu musim panas tiba, dan biasanya di bulan ramadan kondisi air laut mulai stabil mudah-mudahan penghasilan menangkap ikan bisa digunakan untuk membeli pakaian anak-anak tetapi kondisi cuaca juga tidak diprediksi dan terkadang angin dari barat juga menjadi faktor sulitnya mencari ikan.

“Biasanya kami mendapatkan ikan tongkol, cumi-cumi, kerapu, teri, cakalang, kakap, kembung, tenggiri, belanak, makarel, baronang, bandeng, julung-julung dan lobster. Kalau sekarang ini memang sulit didapatkan tidak seperti biasanya mendapatkan yang besar, tetapi lobster berukuran kecil paling banyak di lepas lagi sama dengan ikan hiu kecil yang tertangkap jaring,” pungkasnya.

(SAW)

Copyright : metrotvnews.com