Perusahaan Cina Bakal Bangun Pembangkit Listrik di Aceh

Banda Aceh – Perusahaan China Huadian Hong Kong Co, Ltd meneken dokumen kerja sama dengan Pemerintah Aceh. Kerja sama ini dalam rangka investasi di bidang energi terbarukan yang akan dikerjakan di Tanah Rencong.

Prosesi tandatangan ini dilakukan perusahaan China Huadian Hong Kong Co, Ltd dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf turut menandatangani sebagai saksi rencana investasi di Aceh yang difokuskan pada tenaga Hydro.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, mengatakan, perusahaan China Huadian Hong Kong Co, Ltd sejauh ini telah berhasil menginvestasikan dan membangun Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan No 1, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara Lafarge Lhoknga, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batam, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Bali di Indonesia.

Selain itu, lanjut Mulyadi Nurdin, CHD merupakan perusahaan yang saat ini berinvestasi di sejumlah Negara seperti Rusia, AS, Peru dan Bangladesh.

“Sebagai platform investasi internasional yang dimiliki sepenuhnya oleh China Huadian Hong Kong Co, Ltd, mereka memiliki keahlian dalam pembiayaan pembangunan, pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga batubara, pembangkit listrik tenaga air, pembangkit tenaga angin dan matahari, dan sangat ingin memperluas usahanya di Indonesia,” kata Mulyadi dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Jumat (29/9/2017).

Proses tandatangan kerjasama ini dilakukan di Jakarta pada Rabu (27/9) lalu. Menurut Mulyadi, MoU tersebut bertujuan untuk mengembangkan kapasitas listrik di Aceh sekitar 2.000 MW dengan total investasi sekitar 5 milyar US$.

“Namun Jika ada kebutuhan yang lebih tinggi di Aceh, nilai investasi ini dapat ditingkatkan, karena MoU ini sifatnya umum,” jelas Mulyadi seperti mengutip pernyataan Gubernur Irwandi.

Seperti diketahui, kata Mulyadi China Huadian Corporation merupakan satu dari lima produsen listrik nasional di China yang sepenuhnya dimiliki oleh negara dan diatur oleh Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Negara Dewan Negara China.

“Dengan kapasitas operasi di seluruh dunia sebesar 143 GW dan total pendapatan 27 miliar Dolar AS, CHD berada di peringkat 331 di Fortune 500 pada 2016,” ungkap Mulyadi. (dna/dna)

Sumber RSS / Copyright : detik.com