Polisi berasumsi bahwa Stephen Paddock ‘mendapat bantuan’

Las Vegas, Amerika Serikat, PaddockHak atas foto AFP
Image caption Para penyidik FBI masih terus melakukan penyelidikan di lokasi sasaran penembakan massal Stephan Paddock.

Pria yang melakukan penembakan massal di Las Vegas, Minggu (01/10) lalu, berencana untuk melarikan diri dan, dugaan aparat keamanan, mungkin mendapat bantuan saat merencanakan serangan.

Stephen Paddock memiliki ‘kehidupan rahasia yang sebagian besar mungkin tidak bisa dipahami sepenuhnya’, jelas Sherif Joe Lombardo kepada para wartawan.

Hak atas foto AFP
Image caption Barang-barang pribadi milik penonton masih berserakan di tempat konser musik country, yang menjadi sasaran Paddock.

Pacarnya, Marilou Danley -yang berada di luar Amerika Serikat saat insiden- mengatakan tidak tahu apa yang direncanakan Paddock.

Motif pria berusia 64 tahun itu melepas tembakan bertubi-tubi hingga menewaskan 58 orang dan melukai 500 lebih lainnya -yang merupakan korban terbesar dalam insiden penembakan sepanjang sejarah Amerika Serikat- masih tetap merupakan misteri

Polisi menemukan pensiunan akuntan tersebut di dalam sebuah kamar hotel di lantai 32 setelah melepas tembakan ke arah para penonton konser musik di lapangan seberang hotel.

Dia tampaknya bunuh diri dengan menggunakan salah satu dari sekian banyak senjata yang ditemukan di kamar tersebut.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pesawat kepresidenan Air Force One terbang di belakang kamar hotel dengan jendela yang dirusak Paddock untuk menembaki orang di bawah.

Dalam konferensi pers, Sheriff Lombardo ditanya para wartawan apakah Paddock sudah merencanakan pelarian setelah serangan dan dia menjawab, “Ya.”

Ketika ditanyakan lebih lanjut tentang rencana pelarian itu, Sheriff Lombardo mengatakan tidak bisa menjelaskannya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Jumlah korban serangan Paddock -58 tewas dan 500 lebih cedera- merupakan yang terburuk sepanjang sejarah modern Amerika Serikat.

Para wartawan juga menanyakan apakah Paddock mendapat bantuan dalam merencanakan atau melakukan serangan.

“Anda harus membuat asumsi bahwa dia mendapat beberapa bantuan pada titik tertentu. Dia mungkin manusia super, mungkin dia bekerja sendirian untuk semua ini, namun akan sulit bagi saya meyakini hal tersebut,” jelas Sherif Lombardo.

Kemungkinan bahwa Paddock mendapat bantuan merupakan pergeseran dalam arah penyelidikan karena tak lama setelah serangan, para pejabat mengatakan dia ‘main tunggal’ dan ‘sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakannya yang mengerikan.”

Agen FBI, Aaron Rouse, mengatakan tidak ditemukan kaitan dengan terorisme sejauh ini namun kemungkinan tersebut tidak diabaikan.

Polisi juga menyelidiki apakah pembunuh massal tersebut awalnya merencanakan untuk menyasar festival musik lainnya karena ada laporan-laporan bahwa dia memesan sebuah kamar pada bulan Agustus dengan pemandangan ke festival musik Lollapalooza di Illinois, negara bagian Chicago.

Kedua putri mantan Presiden Barack Obama dilaporkan termasuk dalam para penonton di festival musik tersebut.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sherif Lombardo (kiri) berasumsi bahwa Paddock mendapat beberapa bantuan pada titik tertentu.

Terungkap pula bahwa sepekan sebelum aksinya, Paddock memesan sebuah apartemen di pusat kota Las Vegas, yang merupakan gedung tinggi dengan pemandangan ke arah konser lain di lapangan terbuka, Life is Beautiful.

Sherif Lombardo mengatakan lebih dari 100 penyidik menelusuri kehidupan Paddock yang disebut ‘terganggu dan berbahaya’.

Sebanyak 33 dari 47 senjata miliknya yang ditemukan di kamar hotel dan di rumahnya dibeli sepanjang setahun belakangan.

Paddock -yang berjudi beberapa jam sebelum mulai menembaki orang- memasang kamera di dalam dan juga di luar kamarnya di Mandalay Bay Hotel untuk melihat orang-orang yang mendekat ke sana, menurut polisi.

Sumber RSS / Copyright : bbci.co.uk