Polisi buru pelaku penyekapan dan pelecehan seksual

Surabaya (ANTARA News) – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memburu pelaku penyekapan dan pelecehan seksual seorang gadis berusia 21 tahun yang terjadi di Surabaya pada sepekan yang lalu.

“Seorang gadis berinisial DY yang menjadi korban penyekapan dan pelecehan seksual ini berhasil kabur dan kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Shinto Silitonga kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Kepada polisi, DY mengisahkan, telah diculik oleh seorang pria tak dikenal pada Jumat (26/5), sekitar pukul 00.15 WIB.

Saat itu DY bersama seorang temannya mengendarai sepeda motor. Ketika melintas di Jalan Kenjeran kemudian dihentikan oleh pengemudi mobil yang mengaku sebagai anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya.

“DY kemudian disuruh masuk ke dalam mobil, sedangkan temannya disuruh pulang,” ujarnya.

Shinto merinci, pelecehan seksual terjadi saat DY berada dalam mobil itu. Di antaranya DY diminta telanjang dan kemudian dipaksa melakukan solo seksual.

Setelah itu pelaku membawa DY ke sebuah kamar hotel di kawasan Surabaya Timur dan kembali memaksanya telanjang serta melakukan solo seksual.

“Korban tidak tahu pastinya dibawa ke hotel mana karena saat masuk ke dalam hotel posisi kepalanya ditutup,” ujar Shinto.

Menurut keterangan DY kepada polisi, pelaku memiliki pistol. “Saat di dalam hotel, korban sempat ditodong pistol dan disuruh mengakui sebagai pengguna narkoba,” katanya.

Namun pelaku kemudian melepas DY pada sekitar pukul 04.00 dini hari setelah selama tiga jam berada di hotel.

“Pelaku membawa DY ke Jalan Kenjeran dan melepaskannya di sana dengan diberi uang saku Rp100 ribu,” ujar Shinto.

Saat itulah korban DY langsung melapor ke Polrestabes Surabaya.

Persoalannya, lanjut Shinto, DY sama sekali tidak mengenali pelaku. “Namun dari gambaran yang diberikan DY, kami telah mengantongi ciri-ciri identitas pelaku. Saat ini kami masih memburunya. Nanti setelah tertangkap akan kami ungkap motifnya,” ujarnya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Copyright : antaranews.com